Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

9.505 Siswa Kabupaten Malang Terancam Kehilangan Beasiswa PIP

Mahmudan • Rabu, 11 Desember 2024 | 18:04 WIB
Siswa SDN 1 Parangargo Malang sedang beraktivitas di kelas
Siswa SDN 1 Parangargo Malang sedang beraktivitas di kelas

KEPANJEN - Ribuan siswa penerima Program Indonesia Pintar (PIP) di Kabupaten Malang terancam kehilangan haknya.

Itu karena ribuan siswa penerima PIP di Kabupaten Malang belum registrasi.

Jika siswa-siswa Kabupaten Malang itu tidak melakukan registrasi hingga akhir Desember depan, risikonya kehilangan beasiswa dari pemerintah.

Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang mencatat ada 14.206 siswa yang dijatah mendapatkan PIP.

Itu terlihat melalui surat keputusan dari kementerian pendidikan, kebudayaan, riset, dan teknologi (kini kementerian pendidikan dasar dan menengah).

Namun hingga awal Desember lalu hanya 4.701 siswa yang baru melakukan aktivasi.

Artinya, masih tersisa 9.505 siswa lagi yang belum aktivasi dan jatahnya terancam hangus.

Dengan demikian, jatah PIP untuk siswa di Bumi Kanjuruhan yang mencapai Rp 5 miliar, baru Rp 2 miliar yang sudah diklaim siswa penerima.

Sementara Rp 3 miliar sisanya masih menunggu ribuan siswa berhasil aktivasi.

Sebenarnya usulan penerima PIP dibagi menjadi dua gelombang.

Untuk gelombang pertama surat keputusan yang turun ada 6.656 siswa yang mendapat PIP.

Sedangkan gelombang kedua, kuota yang tersedia untuk 9.805 siswa.

Namun yang mendapat SK hanya 7.550 siswa, sehingga totalnya ada 14.206 siswa.

“Dari kami sudah rutin melakukan sosialisasi dan pendampingan (pelayanan dan penyaluran PIP),” ujar Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Malang Suwadji.

Sosialisasi dan pendampingan itu berupa pelayanan dan penyaluran PIP kepada peserta didik.

Dia mengatakan, 66,9 persen siswa yang belum aktivasi akun itu berasal dari usulan gelombang dua.

Untuk itu, disdik beserta sekolah sekolah yang mendapat PIP harus lebih aktif lagi.

Demi menyelamatkan bantuan pendidikan yang langsung ditransfer ke rekening siswa masing-masing itu.

Dana Rp 225 ribu tiap semester per siswa itu langsung ditransfer dari pusat ke rekening siswa masingmasing.

Untuk itu, Suwadji selalu rutin bersurat pada instansi pendidikan untuk menyegerakan siswanya agar aktivasi PIP.

Kalau akun PIP tidak diaktivasi, dia mengatakan, siswa yang terjaring tidak bisa mendapat uangnya dan hangus.

Ketika sudah aktivasi, pencairan PIP pun masih membutuhkan waktu.

“Nanti biar tidak menumpuk di belakang pencairannya,” lanjut Suwadji. (aff/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Terancam #Kehilangan #beasiswa #PIP #siswa #9 ribu #Kabupaten Malang