RADAR MALANG - Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) berencana menambah durasi waktu olahraga bagi siswa sekolah menjadi satu jam per hari.
Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo, sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Pak Presiden menginginkan minimal satu jam untuk olahraga siswa, dan program ini akan dilakukan secara bertahap,” ujar Dito.
Kemenpora menjelaskan bahwa waktu tambahan tersebut akan dimanfaatkan untuk kegiatan dasar olahraga seperti senam, gymnastik, dan atletik.
Program ini bertujuan untuk memacu para siswa agar lebih banyak bergerak, sejalan dengan upaya meningkatkan kesehatan dan kebugaran generasi muda.
Kegiatan ini juga akan menjadi bagian dari program bertajuk Gerakan Indonesia Bugar, Ayo Gerak, yang dicanangkan oleh Kemenpora.
Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kebugaran siswa secara menyeluruh, tetapi juga mampu menumbuhkan potensi bibit-bibit atlet muda sejak dini.
“Melalui gerakan ini, kami ingin mendorong siswa lebih aktif dan membuka peluang pembinaan atletik di masa depan,” tambah Dito.
Kemenpora menyatakan harapannya agar program ini dapat segera diimplementasikan sebelum akhir tahun.
Persiapan teknis, termasuk pelatihan guru olahraga dan penyediaan fasilitas pendukung, akan dilakukan secara bertahap untuk memastikan pelaksanaan berjalan lancar.
Dengan adanya kebijakan ini, pemerintah optimistis bahwa generasi muda Indonesia dapat tumbuh menjadi generasi yang lebih sehat, bugar, dan kompetitif baik secara fisik maupun mental.
Langkah ini sekaligus menjadi upaya untuk menjadikan olahraga sebagai budaya yang tertanam sejak usia dini.
Editor : Aditya Novrian