WARGA Malang Raya punya plesetan untuk istilah janda.
Bila di daerah lain umumnya menyebut rondo, Malang menggunakan istilah rondes.
Dari pendalaman koran ini, istilah rondes mulai dikenal sejak 1970-an.
Digunakan oleh anak muda pada zaman itu sebagai bahasa pergaulan.
Sehingga pada era sekarang, sudah sedikit orang yang menggunakan istilah rondes.
Khususnya pada anak muda.
”Arek Malang saat itu (era 70an) memang suka hal yang unik dan berbeda. Selain walikan, rondes menjadi salah satu kata slang yang populer digunakan pada masanya,” tutur Sejarawan dan Pemerhati Bahasa Malangan Restu Respati.
Penggunaannya masih cukup masih hingga era 1980, 1990-an, dan 2000-an awal.
Di sisi lain, ada kemungkinan rondes merupakan singkatan.
Yakni rondo dan deso, yang bermakna janda dari desa.
Belum ada literasi yang menegaskan hal itu. (adk/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana