TAK selalu istilah Malangan menggunakan bahasa Jawa arekan.
Ada juga beberapa istilah yang berasal dari Jawa Tengah.
Salah satunya yakni mleki, yang bermakna pelit.
Itu menjadi pelengkap dari kata tidem yang sudah populer lebih dulu.
Mleki ada dalam Kamus Besar Jawa-Indonesia.
Bersama dengan medit, dan cethil.
Semua sama-sama memiliki makna pelit atau kikir.
Dalam sejumlah referensi, juga disebutkan bahwa kata mleki termasuk bahasa Jawa Ngoko dengan dialek Muriaan.
Kata tersebut lumrah digunakan di wilayah Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.
Di Malang Raya, budayawan Malang Dwi Cahyono menyebut warga menggunakan kata tersebut untuk menggambarkan orang yang benar-benar tidak mau menolong atau memberi bantuan kepada orang lain.
”Jadi itu levelnya diatas medit, yang benar-benar pelit,” terang dia.
Pemerhati Bahasa Malangan Restu Respati menambahkan, kata tersebut memang dibawa oleh warga keturunan Jawa Tengah.
”Terutama dari wilayah eks Karesidenan Surakarta dan juga Jogjakarta,” kata dia.
Diketahui bahwa di beberapa wilayah di Malang Raya merupakan kantong warga keturunan Mataraman.
Sebut saja Malang Selatan mulai dari Ampelgading sampai Donomulyo. (biy/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana