Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Guru SD Insan Amanah Ciptakan Board Game

Aditya Novrian • Senin, 27 Januari 2025 | 18:10 WIB
SALING DUKUNG: Guru SD Insan Amanah bersama tim Let’s Play Indonesia dan perwakilan Disdikbud Kota Malang. (LULUK SETYAWATI/RADAR MALANG)
SALING DUKUNG: Guru SD Insan Amanah bersama tim Let’s Play Indonesia dan perwakilan Disdikbud Kota Malang. (LULUK SETYAWATI/RADAR MALANG)

Digunakan sebagai Media Pembelajaran

MALANG KOTA – Guru SD Insan Amanah menciptakan sebuah inovasi untuk mendukung kegiatan belajar dan mengajar.

Mereka menciptakan board game pada Sabtu (25/1) lalu.

Pembuatan game tersebut mendapat bimbingan langsung dari Let’s Play Indonesia, yakni platform yang bergerak di bidang media pembelajaran.

Pelatihan tersebut meliputi pembuatan prototype yang dipresentasikan saat pelatihan.

Selain itu juga diajarkan cara melakukan asesmen dengan board game.

Sebelum diterapkan pada siswa, media yang telah diciptakan disimulasikan terlebih dahulu.

SERU: Guru SD Insan Amanah melakukan simulasi board game di hadapan guru lainnya pada Sabtu (25/1) lalu. (LULUK SETYAWATI/RADAR MALANG)
SERU: Guru SD Insan Amanah melakukan simulasi board game di hadapan guru lainnya pada Sabtu (25/1) lalu. (LULUK SETYAWATI/RADAR MALANG)

Setiap guru akan bergantian maju untuk mendemonstrasikan media yang telah mereka buat di depan guru lainnya.

Kemudian tim Let’s Play Indonesia menilai simulasi yang dilakukan para guru.

Kepala SD Insan Amanah Dr Suhardini Nurhayati SPd MPd mengatakan, program tersebut bisa berdampak positif untuk guru.

Tidak hanya guru, melainkan juga untuk kebaikan siswa.

Skill itulah yang harus dimiliki guru. Supaya kedepan pembelajaran jadi menyenangkan,” tegas dia.

Para guru diuji kreativitasnya dengan membuat media pembelajaran berbasis game tersebut.

Pasalnya, ide-ide game yang menarik ini datang dari mereka sendiri.

”Untuk panduan dalam pembuatan game benar-benar kreativitas dari para guru sendiri.

Pihak sekolah memberikan pemantik yang bagus,” ujar Ayu Rizki Olitaufiqoh MPd, guru mata pelajaran Pendidikan Pancasila.

Ayu berharap guru Insan Amanah bisa terus mengembangkan kreativitasnya untuk membuat pembelajaran berbasis board game.

Sebab, game yang diciptakan dapat dimanfaatkan dan bisa bermakna bagi siswa.

Media pembelajaran board game itu difokuskan pada materi yang susah untuk dipahami oleh siswa secara lisan.

Adi Kurniawan SPd contohnya.

Sebagai guru mata pelajaran seni rupa, siswanya sering kesulitan untuk menghafalkan kosa kata seni.

Akhirnya, Adi membuat permainan kartu dengan misi yang menyenangkan.

”Sesuatu yang didasari rasa senang pasti lebih mudah dipahami,” kata Adi.

Prosesnya pun memakan waktu satu bulan.

Sebagai bentuk dukungan, sekolah memfasilitasi tim kreatif untuk membantu pembuatan media pembelajaran.

Juga dana untuk realisasi program tersebut.

Pada kesempatan itu dihadiri oleh ketua yayasan Insan Amanah dan perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang.

Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat belajar siswa. (ros/ney/adn)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana