Jika masyarakat Indonesia mengenal lampu sein, Arek Malang menyebutnya dengan riting.
Istilah itu berasal dari serapan Bahasa Belanda.
Riting berasal dari kata dasar richting.
Pengucapan dalam Bahasa Belanda yakni rihting.
Masyarakat Jawa kemudian mengucapkan rihting lebih sederhana.
Menjadi riting atau kalau dilafalkan menjadi reteng.
Bagi warga Malang, riting merupakan tanda kendaraan akan berbelok.
Baik di tikungan, pertigaan atau perempatan.
Dalam Bahasa Belanda, richting memiliki arti penunjuk arah.
Kemungkinan besar, Arek Malang menggunakan kata riting karena sesuai dengan penunjuk arah ketika hendak berbelok.
Baik ke kiri maupun ke kanan.
”Artinya berbeda, namun maknanya ada kesamaan,” terang Peniliti Bahasa dari Universitas Negeri Malang (UM) Nurenzia Sidharta.
Tak hanya riting, sebenarnya istilah lampu sein juga merupakan serapan dari Bahasa Belanda.
Sein dalam Bahasa Belanda berarti sinyal.
Namun, ada beberapa kalangan yang menganggap sein berasal dari Bahasa Inggris, dengan kata dasar sign. (adk/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana