Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kamus Malangan: Sakran

Bayu Mulya Putra • Minggu, 16 Februari 2025 | 18:50 WIB
Grafis Lingua Franca Kampus Malangan. (RADAR MALANG)
Grafis Lingua Franca Kampus Malangan. (RADAR MALANG)

Cukup banyak istilah khas Malangan yang berasal dari kosakata bahasa asing.

Salah satunya yakni sakran, yang berasal dari Bahasa Arab.

Istilah itu bermakna minum.

Menjadi varian dari diksi diksi lain yang sudah populer.

Seperti asrob dan kubam.

”Sakran itu sama seperti asrob. Artinya minum minuman keras (miras) sampai mabuk,” kata Pemerhati Bahasa Malangan Restu Respati.

Dalam beberapa referensi, sakran sendiri dalam Bahasa Arab disebut ’As-Sakran’.

Berasal dari julukan ulama keturunan Hadramaut, Yaman, Syekh Abu Bakar.

Restu mengatakan, kata sakran populer diucapkan warga pada era 1970-an.

Bersama dengan kata-kata serapan Bahasa Arab lain seperti regut (tidur).

Sesuai asal bahasanya, kosakata tersebut timbul dari percakapan warga dari Kampung Arab di Kota Malang.

Seperti di Embong Arab, Temenggungan, Tongan, dan Sawahan.

Karena berasal dari kampung-kampung tertentu, istilah sakran tidak begitu populer.

Tidak seperti kata asrob dan kubam.

”Penggunaannya lebih banyak di sekitar kampung-kampung Arab saja. Tidak seberapa meluas seperti bahasa walikan,” ujar Restu. (biy/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#malang kota #kamus malangan #sakran