MALANG – SMA Ar-Rohmah Putri International Islamic Boarding School (IIBS) Malang bisa menjadi pilihan yang tepat bagi para lulusan SMP yang ingin mendapatkan pendidikan agama dan pendidikan umum yang seimbang.
Sekolah boarding ini menawarkan pendidikan berbasis pesantren dengan pendekatan terpadu yang menggabungkan aspek intelektual, keterampilan hidup, dan pengembangan mental-spiritual.
Yang mana, di antara hasilnya, para santri mampu menghafal Alquran mulai dari 3 juz hingga 30 juz. “Selain itu lulusannya 92 persen lolos masuk PTN dari berbagai jalur,” ungkap Ustadzah Dyah Eka Puspitasari, Kepala SMA Ar Rohmah Putri IIBS. Selain diterima di PTN dalam negeri juga banyak lulusannya yang diterima di kampus luar negeri seperti di Turki, Malaysia dan sejumlah negara di Timur Tengah.
Menurut dia, lulusan SMA Ar Rohmah Putri IIBS tersebar di berbagai perguruan tinggi ternama mulai UGM, Unair, ITS, Universitas Brawijaya dan masih banyak lagi.
Keberhasilan para lulusan menembus PTN tersebut tidak lepas dari program pendampingan studi lanjut yang diberikan dengan sangat intens oleh sekolah. “Kami mendampingi mereka agar mampu menembus PTN dari berbagai jalur, termasuk agar bisa lolos di kampus-kampus luar negeri,” jelas dia.
Dijelaskan Ustadzah Dyah, SMA Ar-Rohmah Putri IIBS Malang menerapkan kurikulum nasional dan internasional. Untuk kurikulum nasional dikembangkan dengan menginternalisasi konsep pembelajaran berbasis tauhid. Referensi modul subject in islamic world view, ditulis dalam bilingual (Inggris-Indonesia) dengan mengintegrasikan aqli dan naqli yang dikembangkan melalui pembelajaran proyek mata pelajaran. “Saat ini ada 13 buku mata pelajaran yang ditulis para guru sebagai referensi modul subject in Islamic world view,” jelas Dyah.
Sedangkan untuk kurikulum internasional diawali dengan program English Skill for Communication, Pronumath, IELTS dilanjutkan dengan persiapan ujian IELTS dan Scholastic Aptitude Test/SAT dari College Board American yang bertujuan mengukur kemampuan literasi, numerasi dan critical thinking siswa.
"Ada juga kegiatan Project and Research untuk memberikan pembekalan penulisan karya ilmiah bagi siswa kelas 10 dan 11,” ujarnya.
Selain dibekali kurikulum nasional dan internasional para santri juga tidak ketinggalan dibekali dengan dirasah Islamiyah yang meliputi program tahfizhul Qur'an yang fokus pada penghafalan Al-Qur'an dengan target hafalan yang dapat disesuaikan sesuai kemampuan siswa, mulai dari 3 juz hingga 30 juz. Pembelajaran kitab turats (kitab kuning) yang meliputi materi aqidah, akhlaq, fiqih, tarikh, ulumul Qur'an, dan hadits dengan sistem marhalah. Serta, kelas khusus Al Azhar bagi yang berniat melanjutkan ke Mesir.
Sedangkan untuk pengembangan soft skill, selain materi formal di atas, para santri juga dapat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di antara Bahasa Jepang, Korea, Mandarin, ada juga jurnalistik, literasi, broadcasting dan masih banyak lagi.(lid)