RADAR MALANG – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menghadiri rapat bersama dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Badan Pusat Statistik (BPS), dan Badan Pengelola Tabungan Rakyat (BP Tapera).
Pertemuan ini bertujuan untuk memperdalam pembahasan mengenai proyek rencana pembangunan rumah bagi guru dengan target sebanyak 20.000 unit.
Abdul Mu’ti menekankan pentingnya pembangunan rumah untuk guru dalam meningkatkan motivasi para guru dalam menjalankan tugas mengajar.
Baca Juga: Mendikdasmen Resmikan Gedung Baru SD Mutu Kawi
Mendikdasmen berharap dengan menyediakan tempat tinggal yang layak, para guru dapat lebih berkonsentrasi pada pekerjaan belajar dan mengajar.
“Semoga dengan kita memberikan pelayanan yang ini para guru dapat lebih bersemangat dalam mengajar dan lebih fokus bekerja dengan baik,” ucap Mu’ti dalam keterangan tertulis di Jakarta pada Sabtu (8/3/2025).
Menteri PKP, Maruarar Sirait, mengonfirmasi bahwa pemerintah berkomitmen untuk membangun rumah bagi para guru.
Baca Juga: FKIP UMM Dapat Apresiasi Langsung dari Mendikdasmen
Presiden Prabowo Subianto menekankan perlunya bantuan tepat sasaran agar para guru mendapatkan rumah dengan standar kelayakan huni.
“Pak Presiden Prabowo Subianto berpesan agar penerima bantuan tepat sasaran dan harus memberikan rumah yang layak huni untuk para guru,” jelas Maruarar.
Sebagai langkah selanjutnya, akan disusun Nota Kesepahaman (MoU) antara Menteri PKP, Mendikdasmen, dan Kepala BPS.
Baca Juga: Mendikdasmen Ungkap Ujian Nasional Kembali Diberlakukan di 2026, Ini Alasannya
Hal ini bertujuan agar program bantuan perumahan dapat segera direalisasikan, sehingga para guru dapat menikmati fasilitas tempat tinggal yang lebih baik.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyatakan komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan Kemendikdasmen dalam menyiapkan data guru yang berhak menerima bantuan perumahan bersubsidi.
“Tentunya bersama-sama akan memastikan pemanfaatan dari data yang kami siapkan dapat menjadi lebih baik,” ujar Amalia.
Baca Juga: Mendikdasmen Siapkan Kurikulum Coding dan AI, Mapel Pilihan Tidak Wajib Diambil Siswa
Diharapkan pembangunan rumah dinas ini akan mempermudah guru tinggal lebih dekat dengan lokasi kerja, sehingga para guru dapat bekerja dengan lebih optimal dan menari tenaga pengajar ke daerah-daerah yang membutuhkan.
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, menyatakan bahwa BP Tapera siap memberikan dukungan penuh terhadap rencana ini untuk menyediakan rumah layak huni bagi para guru di seluruh Indonesia. (tiwi)
Editor : Aditya Novrian