Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Wali Kota Wahyu Temui Rektor UM, Tentukan Nasib SMAN 8 hingga SMPN 4 Malang 

A. Nugroho • Selasa, 25 Maret 2025 | 22:27 WIB
CARI SOLUSI: Wali Kota Malang Wahyu Hidayat saat berdiskusi dengan Rektor Universitas Negeri Malang (UM) Prof Dr Hariyono, Senin kemarin (24/3).
CARI SOLUSI: Wali Kota Malang Wahyu Hidayat saat berdiskusi dengan Rektor Universitas Negeri Malang (UM) Prof Dr Hariyono, Senin kemarin (24/3).

RADAR MALANG – Persoalan perjanjian pinjam pakai lahan di sejumlah sekolah dan Universitas Negeri Malang (UM) terus dicari jalan keluarnya. Siang kemarin (24/3) Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menemui Rektor UM Prof Dr Hariyono. Hal ini untuk membahas lahan SMAN 8 Malang, SMPN 4 Malang, SDN Sumbersari 3, dan SDN Percobaan 1.

Dalam kesempatan ini, Wahyu mengatakan bahwa Pemkot Malang memahami dan menghormati kerja sama pemanfaatan pinjam pakai lahan tersebut. Namun tentu ada jalan keluar yang bisa dibicarakan. “Kami mencoba berkoordinasi dan memahami posisi masing-masing. Sehingga hari ini kami duduk dan bersama-sama mencari solusi terbaik dalam menyelesaikan hal ini,” ujar Wahyu dalam pertemuan di Ruang Rapat Graha Rektorat UM itu.

SILATURAHMI: Suasana pertemuan di Ruang Rapat Graha Rektorat UM.
SILATURAHMI: Suasana pertemuan di Ruang Rapat Graha Rektorat UM.

Datang bersama Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, Wahyu berharap silaturahmi ini pintu pembuka solusi yang komperehensif. Baik untuk UM sendiri sebagai pemilik lahan maupun sekolah-sekolah yang lahannya saat ini akan selesai perjanjian pinjam pakainya. "Kami juga menyadari baik Pemkot Malang maupun UM punya keinginan yang sama untuk memajukan dunia pendidikan,” ujar Wahyu.

Menurutnya, solusi yang diajukan harus diambil secara hati-hati dan mempertimbangkan berbagai aspek. Baik dari aspek sosial, fisik, hukum, maupun kebijakan yang telah ada seperti kebijakan zonasi sekolah. 

Wahyu juga menyadari bahwa jumlah mahasiswa yang keluar masuk di Kota Malang cukup banyak. Jumahnya mencapai 800.000 mahasiwa. Jumlah tersebut hampir sama dengan penduduk Kota Malang. Hal tersebut menurutnya adalah potensi yang mendukung Kota Malang. “Namun kita juga tetap mempertimbangkan bagaimana kesejahteraan masyarakat Kota Malang, kenyamanan siswa-siswi untuk belajar, maupun orang tua, guru, dan aspek sosial lainnya. Belum lagi kebijakan zonasi. Maka dari itu kesepahaman bersama harus dibangun terlebih dahulu," urai Wahyu

Wahyu menyampaikan bahwa diskusi dengan Rektor UM akan terus berlanjut. Dalam pertemuan pertama ini, telah ada kesepakatan untuk menentukan solusi. Baik jangka pendek, jangka menengah, dan solusi jangka panjang. "Tentu harus didiskusikan lagi pada tahapan pertemuan selanjutnya," tandas Wahyu.     

Dalam pertemuan dengan Rektor UM, keseriusan Wali Kota Wahyu dalam menuntaskan persoalan ini terlihat dari sejumlah pihak yang dia ajak. Selain Wakil Wali Kota, ada Sekda Kota Malang, Erik Setyo Santoso, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Suwarjana, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, M. Nur Widiyanto, serta Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah, Subhkan.

Seperti diberitakan, sejumlah sekolah terancam boyongan tahun depan. Hal ini setelah perjanjian pinjam pakai lahan sekolah, seperti SMAN 8 Malang dan SMPN 4 Malang akan selesai tahun depan. Hal itulah yang mendapat respons dari masyarakat. Terutama alumnus sekolah-tersebut tersebut yang mengirimkan surat ke Gubernur Jatim hingga membuat petisi.

Editor : A. Nugroho
#sman 8 malang #Wali Kota Malang #um #boyongan #smpn 4