Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Sekolah di Kawasan Surabaya Barat Ajak Murid Main Gobak Sodor hingga Karambol untuk Tekan Penggunaan Gawai

Aditya Novrian • Selasa, 15 April 2025 | 17:13 WIB
KURANGI PEMAKAIAN HP: Siswa SMP swasta di kawasan Surabaya Barat bermain gobak sodor ketika jam istirahat kemarin siang. (RIANA SETIAWAN/JAWA POS)
KURANGI PEMAKAIAN HP: Siswa SMP swasta di kawasan Surabaya Barat bermain gobak sodor ketika jam istirahat kemarin siang. (RIANA SETIAWAN/JAWA POS)

SURABAYA – Sekolah di kawasan Surabaya Barat memiliki beragam cara untuk mengurangi ketergantungan siswa terhadap gadget.

Salah satunya deng an me manfaatkan permainan tradisional.

Saat jam istirahat, murid diajak memainkan gobak sodor, dakon, ketapel, dan karambol.

Siswa SMP Kristen Gloria 1 Jose Aurelius Kurniawan dan teman-temannya rutin bermain gobak sodor saat jam istirahat.

Permainan itu berguna melatih kekompakan, kreativitas, sekaligus menyehatkan tubuh.

”Semua siswa bisa bermain. Ini merekatkan hubungan murid,” ucap siswa kelas VIII tersebut.

Pembina OSIS SMP Kristen Gloria 1 Ida Novita mengatakan, permainan tradisional menjadi salah satu cara untuk mengurangi ketergantungan siswa terhadap HP.

Apalagi, proses pembelajaran di sekolah sudah menggunakan laptop.

”Kasihan mata siswa kalau terus-menerus melihat layar,” ujarnya.

Beragam pilihan permainan itu bisa dimainkan siswa saat jam istirahat.

Sehingga, penggunaan telepon seluler selama di sekolah bisa ditekan.

SD Lab school Unesa juga memakai permainan tradisional dalam pembelajaran dan ekstrakulikuler.

Guru Olah raga SD Labschool Unesa 2 Taufiq Hidayatullah mengungkapkan, permainan tradisional dipilih karena siswa sering main p.

”Setelah pandemi, pemakaian HP di kalangan siswa meningkat. Karena itu, kami usulkan kegiatan ini,” ucap nya.

Ada berbagai pilihan permainan tradisional yang disiapkan.

Seperti gobak sodor, balang krempyeng atau boyboyan, ketapel, bumerang, dan panahan.

Menurut Taufiq, selain mampu menurunkan penggunaan gadget di sekolah, game tersebut juga mengurangi sikap individualis siswa.

”Mereka jadi lebih komunikatif dan mudah bergaul dengan sesamanya,” ujar Taufiq.

Animo murid memainkan permainan tradisional di SD Labschool cukup tinggi.

Itu didukung event fersival olahraga tradisional yang dihelat setiap tahun. (omy/aph/adn)

Editor : A. Nugroho
#surabaya barat #pendidikan #sekolah #permainan tradisional #ketergantungan HP