Kampus Gratiskan Pendaftaran Calon Maba yang Hadir
MALANG KOTA - Ribuan jamaah memadati Gedung Bundar Universitas Islam Malang (Unisma) pada Selasa (15/4) malam.
Mereka menghadiri langsung Unisma Bersalawat bersama Majelis Ta’lim Sabilu Taubah dan Gus Iqdam. Tidak hanya sarat nuansa religius, acara tersebut juga menjadi momen spesial bagi calon mahasiswa baru (maba) yang hadir.
Dalam kesempatan tersebut, Unisma memberikan kebijakan khusus yakni membebaskan biaya pendaftaran bagi calon maba yang mendaftar langsung (on the spot) pada 15-17 April 2025. Stan pendaftaran telah disiapkan panitia di sekitar area acara dan calon maba juga dapat langsung datang ke Gedung Rektorat Unisma selama periode tersebut.
Rektor Unisma Prof Drs H Junaidi MPd PhD dalam sambutannya mengapresiasi kepada Gus Iqdam dan seluruh jamaah yang hadir. Unisma merupakan kampus terbesar milik Nahdlatul Ulama (NU) yang keberadaannya didedikasikan untuk warga nahdliyin.
Baca Juga: Genap 44 Tahun, Unisma Santuni Anak Yatim
”Pemilik kampus ini adalah seluruh warga nahdliyin. Maka kita semua bertanggung jawab untuk membesarkan Unisma,” ujarnya.
Saat ini, Unisma telah memiliki lebih dari 14 ribu mahasiswa aktif. Jumlah tersebut diharapkan terus bertambah dengan kontribusi dari masyarakat NU.
”Kalau ada putra-putri atau tetangga panjenengan yang ingin kuliah, arahkan ke Unisma,” ucap Prof Junaidi.
Unisma juga mencatatkan pencapaian akademik yang membanggakan. Dari 4.600 perguruan tinggi di Indonesia, Unisma menempati peringkat ke-54 nasional. Di tingkat Asia Tenggara, Unisma berada di posisi 153.
Baca Juga: Kenyang Pengalaman, Anggota JQH Unisma Dipilih Jadi Juri Gema Ramadan 1446 H
Selain salawat, Gus Iqdam juga memberikan tausyiah. Ribuan jamaah tersebut tidak hanya berasal dari mahasiswa Unisma, tetapi juga dari masyarakat umum. Beberapa mereka yang datang berasal dari luar Kota Malang.
”Unisma ini bukan sembarang kampus. Ini kampus yang dibangun dari keikhlasan para ulama,” tutur Gus Iqdam.
Menurutnya, dosen-dosen di Unisma juga banyak dari kalangan kiai dan orangorang alim.
”Maka tak heran, Unisma ini bukan cuma tempat mencari gelar, tapi juga tempat mencari berkah,” tambahnya. (dur/adn)
Editor : Aditya Novrian