Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Angka Partisipasi Murni SD di Kabupaten Malang Capai 100 Persen

Mahmudan • Minggu, 20 April 2025 | 21:54 WIB

BERSEKOLAH: Siswa-siswi SDN 2 Pakiskembar, Kecamatan Pakis bermain di halaman sekolah.
BERSEKOLAH: Siswa-siswi SDN 2 Pakiskembar, Kecamatan Pakis bermain di halaman sekolah.

KEPANJEN - Jumlah anak yang menempuh pendidikan dasar di Kabupaten Malang semakin meningkat.

Hal tersebut terlihat dari tingginya persentase Angka Partisipasi Murni (APM) jenjang SD/MI sederajat. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang mengungkap, APM Bumi Kanjuruhan pada 2024 mencapai 100 persen.

Angka tersebut meningkat dibanding tahuntahun sebelumnya. Pada 2023 baru mencapai 98,63 persen. Artinya, dari proyeksi penduduk berusia 7-12 tahun yang berjumlah 234.389 anak, terdapat 3.586 anak yang tidak menempuh pendidikan SD.

Kemudian APM 2022 berkisar 98,54 persen. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang Suwadji mengatakan, pihaknya memang terus berupaya meningkatkan APM, khususnya jenjang pendidikan dasar. Oleh karena tahun lalu sudah menembus 100 persen, dia akan mempertahankannya.

Baca Juga: Kadisdik: Tak Terbukti Pungli DAK di 49 SD Malang

“Salah satunya dengan mengurangi jumlah anak putus sekolah. Kami berupaya supaya anakanak yang putus sekolah kembali bersekolah. Bisa sekolah formal maupun kesetaraan,” kata ujar Suwadji kemarin.

Di sisi lain, pihaknya mengaku terdapat berbagai tantangan dalam mengembalikan anak ke sekolah setelah mereka keluar dari sistem pendidikan. Di antaranya terkendala motivasi orang tua sekaligus motivasi anak. Dia mengatakan, banyak orang tua yang belum memahami pentingnya pendidikan jangka panjang bagi masa depan anak mereka.

“Atau sebaliknya, orang tua ingin anaknya sekolah, tapi anaknya yang tidak mau,” imbuh pejabat eselon II B Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang itu.

Selain itu, dia mengatakan, dukungan finansial maupun non-finansial dari berbagai pihak juga menjadi salah satu kendala. Sebab selain biaya pendidikan, banyak Anak Tidak Sekolah (ATS) yang membutuhkan dukungan lain.

Baca Juga: 254 Pelajar SD di Kota Malang Ikut Ajang Kakang Mbakyu Cilik 2025

Seperti akses transportasi, seragam, alat tulis, hingga bimbingan belajar utamanya anak-anak yang disabilitas karena memerlukan penanganan khusus.

Suwadji menyebut, peran serta masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, dan organisasi sosial, sangat dibutuhkan untuk mendorong anak-anak kembali ke sekolah.

“Sosialisasi pentingnya pendidikan itu tidak kurang-kurangnya kami selenggarakan, tetapi kalau tidak ada motivasi dari anak maupun orang tua ya kami tentu kesulitan,” pungkasnya.

Dengan tingginya APM, Suwadji mengatakan, Harapan Lama Sekolah (HLS) juga cukup tinggi, yakni 13,38 tahun. Artinya, secara ratarata, anak usia 7 tahun yang masuk jenjang pendidikan formal pada 2024 ini memiliki peluang untuk bersekolah selama 13,38 tahun atau setara diploma II. (yun/dan)

Editor : A. Nugroho
#partisipasi #Capai #100 #Angka #murni #persen #malang #pendidikan #SD #Kabupaten