Pemkot Siapkan Data dan Spesifikasi Dua Gedung
MALANG KOTA - Persiapan untuk program sekolah rakyat memasuki babak baru.
Setelah ada kunjungan dari perwakilan pemerintah pusat pada pekan lalu, giliran Pemkot Malang yang akan memaparkan persiapan terakhir jelang pembukaan angkatan pertama pada Juli mendatang.
Sebagai informasi, Pemkot Malang sudah mengusulkan dua asetnya untuk lokasi sekolah rakyat.
Yang pertama yakni Rusunawa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).
Rencananya, di sana bakal digunakan untuk asrama pelajar.
Berikutnya yakni Kampus Politeknik Kota Malang, yang bakal digunakan sebagai tempat pembelajaran.
Kedua tempat itu berlokasi di Jalan Raya Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menuturkan, pihaknya telah mendapat undangan persiapan sekolah rakyat di Jakarta.
Ada beberapa poin yang akan disampaikan pihaknya dalam pertemuan itu.
Salah satunya yakni legalitas bangunan yang akan digunakan untuk program tersebut.
Kemudian kondisi bangunan terakhir, dengan melampirkan bukti foto tampak depan dan tampak atas.
”Besok (hari ini) kami akan memaparkan ke desk sekolah rakyat. Pak Sekda dan dari dinas sosial yang berangkat,” ujar Wahyu.
Dengan pemaparan langsung ke pemerintah pusat, Wahyu menyebut bahwa Kota Malang menjadi prioritas pelaksanaan sekolah rakyat.
Dia optimistis bulan Juli bisa langsung dijalankan.
”Pemaparan (persiapan) ke pemerintah pusat itu sudah dipilih. Jadi hanya daerah tertentu saja,” imbuh Wahyu.
Dia menambahkan, sekolah rakyat akan diprioritaskan untuk anak dari keluarga miskin ekstrem dan anak tidak sekolah.
Di tempat, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Suwajana menuturkan, pemkot hanya menyiapkan dan memaparkan kondisi terakhir bangunan saja.
Untuk perbaikan, kabarnya bakal dilakukan sepenuhnya oleh pemerintah pusat.
”Karena lama tidak ditempati, jadi perlu sedikit perbaikan. Pemerintah pusat yang akan melakukannya,” terang Jana.
Terkait pendataan calon pelajar, dia mengatakan bila sampai saat ini prosesnya masih berlangsung.
Disdikbud bekerja sama dengan dinas sosial untuk mendata calon siswa sekolah rakyat.
”Siswa bukan kami yang mendata, tapi sudah ada data kemiskinan di dinas sosial. Jadi tidak ada unsur kedekatan atau yang kenal saja,” tambah dia.
Menurut rencana pemerintah pusat, sekolah rakyat itu bisa menampung hingga 1.000 siswa.
Tak hanya belajar di kelas biasa, para pelajar akan ditempatkan di asrama.
Kebutuhan makan dan minum serta seragam akan ditanggung pemerintah. (adk/by)
Editor : A. Nugroho