SURABAYA - Potensi kecurangan dalam Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) untuk masuk kampus negeri ditekan seminimal mungkin.
Sejumlah kampus di Surabaya memperketat pengawasan saat pelaksanaan ujian hari pertama kemarin.
Para peserta yang mengikuti ujian di Universitas Airlangga (Unair) misalnya harus mengganti alas kaki mereka dengan sandal selop berwarna hitam.
Baca Juga: 34 Ribu Pelajar Bakal Jalani UTBK di Dua Kampus, UB dan UM
Di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) satu petugas mengawasi 25 peserta.
Rektor Unair Prof Mohammad Nasih menyampaikan, penggunaan sandal itu merupakan inovasi dari pihaknya untuk mencegah terjadinya kecurangan.
Pasalnya, sepatu dan area kaki kurang terjangkau oleh alat pendeteksi logam saat skrining.
Hal ini disebabkan oleh sejumlah kejadian di beberapa lokasi sebelumnya.
”Karena di beberapa tempat tahun-tahun sebelumnya, ada yang terindikasi alat komunikasi bukan di badan yang mudah terdeteksi, melainkan di tempat yang sulit seperti sepatu,” tuturnya.
Baca Juga: Jangan Sampai Didiskualifikasi! Pahami Aturan Berpakaian UTBK SNBT 2025
Pada hari pertama pelaksanaan UTBK SNBT di Unair ada 16 peserta tak hadir tanpa keterangan jelas kepada panitia tes.
Jumlah itu 1,83 persen dari total 859 peserta di hari pertama kemarin.
”Biasanya agak besar, tapi hari ini kok sangat kecil hanya 1,83 persen. Biasanya tiga sampai empat persen pada tahun-tahun lalu,” kata Nasih.
Sementara itu, Wakil Rektor I Unesa Martadi menyampaikan bahwa setiap 50 peserta UTBK diperiksa oleh satu petugas.
Data pada kartu peserta dicocokkan dengan foto peserta dan wajahnya.
”Dalam satu kelas, satu pengawas mengawasi 25 peserta,” ujar Martadi.
Unesa juga memasang CCTV di berbagai titik untuk mencegah kecurangan di 39 ruang ujian.
Martadi menuturkan, pelaksanaan hari pertama UTBK berjalan lancar.
Tidak ada gangguan server ujian.
”Waktu trial saja yang terganggu, mungkin karena server diakses seluruh Indonesia,” jelasnya. (omy/jun/adn)
Editor : A. Nugroho