RADAR MALANG - Universitas Negeri Malang (UM) menjadi salah satu lokasi pelaksaan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2025.
Bertepatan hari kedua (24/4), banyak peserta SNBT yang berkumpul di setiap sudut UM.
Beberapa peserta membagikan pengalamannya ketika mengerjakan ujian SNBT.
Kebanyakan dari mereka merasa ngeblank ketika mengetahui soal yang mereka kerjakan.
“Selama persiapan atau menjalankan bimbel saya merasa bahwa PKPM (Penalaran Kuantiatif dan Penalaran Matematika) akan gampang. Tetapi waktu ujian langsung saya merasa ngeblank,” ujar Regyta, peserta SNBT tahun 2025.
Ada juga yang merasa keringat dingin dan deg-deg an.
Baca Juga: Simak Cerita Seru Hari Kedua dari Peserta UTBK 2025 di Universitas Negeri Malang
Selain membagikan pengalamannya, mereka juga menceritakan cara mereka dalam menjawab soal SNBT 2025.
“Kalau bingung, saya pakai teknik penalaran,” kata Rama, siswa kelas 12 SMAN 10 Kota Malang.
Sementara itu, bukan rahasia lagi jika para peserta menjawab soal dengan cara ngeblok atau nembak jawaban.
Maksud dari ngebok atau nembak jawaban itu memilih satu abjad dari A, B, C, D sebagai jawaban.
Itu pun tiap peserta bervariasi.
Ada yang nembak B, ada yang nembak D, dan seterusnya.
Namun, yang paling sering ada nembak jawaba B dan C.
Itu karena diduga kebanyakan kunci jawaban dari SNBT selalu antara B dan C.
“Saya kalau udah mentok gabisa mikir nembak nya pake C kak, tapi kadang nembak B juga sih,” imbuh Yunita, peserta SNBT asal Ponorogo.
“Kalau udah gabisa, saya nembak. Mostly antara B atau D,” tambah Rama.
Selain menembak atau ngeblok jawaban, mereka juga memberi tips agar semua soal harus dijawab semua.
Jangan ada yang kosong. (rsy)
Editor : Aditya Novrian