MALANG KOTA - Universitas Islam Malang (Unisma) menggelar acara tazkirah, kajian tasawuf, dan doa bersama ulama internasional, Syeikh Afeefuddin Al-Jailani pada Senin malam (27/4). Ulama asal Baghdad, Irak, itu hadir langsung di lantai 7 Pascasarjana Unisma setelah menempuh penerbangan lebih dari 14 jam.
Direktur Pascasarjana Unisma Prof H Mas'ud Said MM PhD menjelaskan kehadiran Syeikh Afeefuddin merupakan anugerah besar. Prof Mas'ud mengaku sempat diajak Gubernur Jawa Timur ke makam Syekh Abdul Qadir Jailani di Baghdad, di mana beliau mengetahui lebih dalam tentang sosok kewalian Syekh Abdul Qadir. “Mencari ilmunya sangat sulit, bahkan sampai harus menahan lapar. Beliau (Syeikh Afeefuddin) adalah keturunan langsung dari Syekh Abdul Qadir Jailani," tuturnya.
Prof. Mas'ud juga menuturkan keistimewaan keturunan Syekh Abdul Qadir, yang dikenal memberikan makan lebih dari 600 orang fakir miskin setiap harinya selama 600 tahun secara turun-temurun. “Malam ini beliau hadir langsung di tengah-tengah kita. Terima kasih kepada semua pihak yang membantu terlaksananya acara ini," ucapnya.
Rektor Unisma Prof Dr H Junaidi MPd PhD menambahkan kehadiran Syeikh Afeefuddin juga menjadi momentum memperkenalkan Unisma di kancah internasional. "Kami saat ini fokus pada program internasionalisasi, termasuk kolaborasi dengan universitas di Uzbekistan dan negara lainnya," kata dia. Saat ini, Unisma juga tengah dalam proses finalisasi nota kesepahaman (MoU) dengan sebuah lembaga di bawah Universitas Al-Azhar Mesir yang fokus pada kajian anti-terorisme. "Kami berharap, kehadiran beliau juga menjadi peluang kami bisa bekerjasama dengan universitas di Irak,” ungkapnya.
Dalam tausiahnya, Syeikh Afeefuddin menyampaikan pentingnya mencintai ilmu dan mendekatkan diri kepada para ulama. Ia mengibaratkan ilmu sebagai pohon, di mana buahnya adalah ilmu itu sendiri dan akarnya adalah keikhlasan. "Ilmu harus disirami dengan keikhlasan," ujarnya. Syeikh Afeefudidin juga mengingatkan tentang pentingnya mendoakan anak keturunan agar menjadi ahli ilmu. “Universitas ini dibangun atas dasar keikhlasan para pendirinya, semoga terus menjadi tempat mencari ilmu yang diberkahi," tambahnya. (dur)
Editor : A. Nugroho