RADAR MALANG – Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk meningkatkan akses Pendidikan bagi masyarakat kurang mampu dengan menargetkan Pembangunan 200 Sekolah Rakyat sepanjang tahun 2025.
Program ini dilakukan bagian dari upaya nasional dalam mengurangi angka kemiskinan ekstrem serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di berbagai daerah.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan rencana matang untuk merealisasikan pembangunan 200 Sekolah Rakyat.
Baca Juga: Museum Keliling dari Disdikbud Kota Malang Bakal Kunjungi 10 Sekolah
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau yang dikenal sebagai Gus Ipul menyampaikan penjelasan lanjut mengenai Pembangunan sekolah ini.
“Presiden menginstruksikan agar 53 titik penyelenggaraan dipersiapkan dengan perencanaan yang matang, sehingga dapat berjalan dengan baik mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga kelulusan siswa,” jelas Gus Ipul di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (30/04).
Baca Juga: Pengajar untuk Sekolah Rakyat Ditunjuk Pusat, Seleksi dan Penugasannya Dilakukan Kemendikdasmen RI
Dari total 200 sekolah tersebut, 53 sekolah ditargetkan selesai pada pertengahan tahun yang diharapkan selesai pada bulan Juni 2025 dan siap digunakan pada tahun ajaran baru 2025/2026.
Sementara sisa Pembangunan sebanyak 147 sekolah akan dibangun secara bertahap hingga akhir 2025.
Sebagaimana yang telah disampaikan oleh Presdiden Prabowo Subianto, penting bagi kami untuk melaksanakan program ini secara terencana dan berbasis data agar tepat sasaran.
Baca Juga: Program Sekolah Rakyat di Malang Raya Beda Start
Pendanaan sekolah ini bersumber dari dua jalur, yaitu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk 100 sekolah, dan kolaborasi dengan sektor swasta untuk 100 sekolah lainnya.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menambahkan, sinergi antara pemerintah dan pihak swasta sangat penting untuk memastikan pembangunan sekolah berjalan lancar dan berkelanjutan.
Dari sisi teknis, Kementerian Pekerjaan Umum telah melakukan survei lokasi dan menyiapkan desain teknis pembangunan sekolah.
Baca Juga: Benarkah Materi UTBK Tidak Diajarkan di Sekolah? Ini Realita Perjuangan Masuk PTN 2025
Setiap sekolah akan dilengkapi fasilitas pendidikan lengkap, mulai dari jenjang SD hingga SMA, serta memperhatikan aspek keselamatan seperti ketahanan terhadap gempa.
Selain itu, Universitas Brawijaya dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) turut mendukung penyelenggaraan pendidikan di Sekolah Rakyat.
Kepala sekolah akan diisi oleh Aparatur Sipil Negara (ASN), sedangkan guru berasal dari PPPK dan PPG, untuk menjamin mutu pendidikan.
Pemerintah juga telah memetakan calon siswa dari keluarga miskin ekstrem agar program ini benar-benar menyasar kelompok yang membutuhkan.
Dengan realisasi pembangunan 200 Sekolah Rakyat ini, pemerintah berharap dapat mempercepat pemerataan pendidikan dan pengentasan kemiskinan di Indonesia. (Tiwi)
Editor : Aditya Novrian