MALANG KOTA - Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBKSNBT) selesai dilaksanakan Sabtu lalu (3/5).
Dua kampus yang menjadi lokasi UTBKSNBT mencatat ada pendaftar yang tidak hadir.
Jumlahnya mencapai 1.170 orang.
Sekretaris Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik (DALA) Universitas Brawijaya (UB) Arif Hidayat mengatakan, di tempatnya ada 20.859 pendaftar yang melaksanakan UTBK-SNBT.
”Namun yang tidak hadir tiga persen atau sekitar 626 pendaftar,” sebut dia, kemarin (6/5).
Jumlah yang tidak hadir, menurut Arif, terbilang menurun.
Sebab pada tahun sebelumnya, tingkat ketidakhadiran sekitar lima persen.
Ratusan pendaftar itu tidak hadir selama 10 hari UTBKSNBT.
Tepatnya mulai 23 April sampai 3 Mei lalu.
”Alasannya beragam. Bisa karena sudah mendaftar di sekolah kedinasan atau karena faktor lainnya,” ungkap Arif.
Sementara di UM, ada 544 orang yang tidak hadir atau sekitar 3,67 persen.
Hal tersebut disampaikan Kepala Sub Direktorat Seleksi Universitas Negeri Malang (UM) Rizky Firmansyah.
”Kalau untuk yang hadir ada 14.826 pendaftar,” terang Rizky.
Sama seperti di UB, jumlah yang tidak hadir pada UTBK-SNBT di UM tahun ini juga lebih sedikit dibanding 2024.
Setelah seleksi UTBK-SNBT, pihaknya tinggal menunggu pengumuman pada 28 Mei mendatang.
Sebelum itu, ada pleno yang digelar oleh panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2025.
Pleno tersebut berlangsung pada 24 Mei sampai 26 Mei.
UM kini juga sedang membuka seleksi mandiri.
Seleksi itu dibuka mulai 8 April lalu.
”Bagi yang gagal di SNBT, kami membuka seleksi mandiri jalur skor UTBK,” tandas Rizky. (mel/by)
Editor : Aditya Novrian