Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

UMM Kukuhkan Tiga Profesor Baru

A. Nugroho • Sabtu, 10 Mei 2025 | 17:05 WIB
Prof Dr Elly Purwanti MP, Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Biologi
Prof Dr Elly Purwanti MP, Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Biologi


Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mencatatkan tonggak penting dalam perjalanan akademiknya dengan mengukuhkan tiga guru besar hari ini (10/5). Ketiga guru besar ini merupakan sosok inspiratif Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), yakni Prof Dr Trisakti Handayani MM., Prof Dr Sugiarti MSi, dan Prof Dr Elly Purwanti MP. Pengukuhan ini menandai komitmen FKIP UMM dalam memperkuat kualitas pendidikan dalam memperkuat kualitas pendidikan tinggi melalui peningkatan kapasitas sumber daya dosen.//

1. Prof Dr Elly Purwanti MP
Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Biologi


Kenalkan Kacang Koro sebagai Pangan Fungsional Nutrisi Tinggi


INDONESIA memiliki sumber pangan lokal yang beranekaragam. Salah satunya kacang koro. Meski selama ini termasuk tanaman yang terabaikan, tapi bisa menjadi pangan bernilai tinggi. Kacang koro memiliki gizi tinggi, protein, asam lemak jenuh, hingga senyawa bioaktif.

Berbagai kandungan dalam kacang koro bermanfaat bagi kesehatan. Bahkan bisa membantu melindungi tubuh dari kerusakan oksidatif yang memicu penyakit kronis seperti kanker dan gangguan pada jantung. Di samping itu untuk penyakit diabetes karena kacang koro membantu mengelola kadar gula darah.

Karena kandungan dalam kacang koro yang bermanfaat bagi kesehan, Prof Dr Elly Purwanti MP mendorong berbagai lembaga untuk mengembangkan riset terkait kacang koro. Sejauh ini, Elly sudah melakukan beberapa riset seperti manfaat kacang koro dalam mendukung kekebalan tubuh selama pandemi Covid-19.

Selanjutnya, penelitian terkait potensi kacang koro untuk pengelolaan diabetes mellitus dan pengembangan produk berbasis kacang koro. ”Tidak hanya riset, saya berharap ke depan ada implementasi kacang koro dalam mendukung keberlanjutan sektor pangan berbasis biodiversitas,” tegas Elly.

Apalagi pembudidayaan kacang koro tidak sulit. Kacang koro tahan terhadap cuaca ekstrem seperti kekeringan dan tanah miskin nutrisi. Selain itu, masa panennya juga singkat sehingga cocok untuk diversifikasi sumber pangan fungsional tahana kekeringan berbasis keanekaragaman hayati.

Prof Dr Sugiarti MSi, Guru Besar Bidang Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Prof Dr Sugiarti MSi, Guru Besar Bidang Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia

2. Prof Dr Sugiarti MSi
Guru Besar Bidang Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia

Perspektif Multidisipliner Sastra sebagai Pembangun Peradaban


BAGI masyarakat awam, sastra sering kali dipandang secara harfiah sebagai teks indah atau hiburan semata. Padahal, sastra memiliki peran berupa kritik terhadap tatanan sosial hingga membangun peradaban manusia. Hal ini dapat terjadi apabila cara memandang karya sastra melibatkan berbagai disiplin ilmu selain sastra seperti sosial, budaya, psikologi, ekonomi, dan politik (perspektif sastra multidispliner).
Peran sastra ini tampak pada beberapa karya seperti novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer. Dalam novel tersebut, digambarkan ketimpangan sosial dan struktur kolonial di Hindia-Belanda. Selain itu, ada juga novel Salah Asuhan yang ditulis Abdoel Muis, cerpen Robohnya Surau Kami yang ditulis A A Navis, dan lainnya.
Di sisi lain, sastra menjadi medium pembentukan karakter bangsa. Hal itu dikarenakan dalam literasi sastra, pembaca tidak hanya membaca tetapi juga menghasilkan karya sastra mereka sendiri, sehingga nilai-nilai di dalamnya lebih mudah terinternalisasi. ”Secara khusus, genre sastra yang memiliki nilai literer-estetis, humanistis, etis dan moral, dan religius-sufistis-profetis dipandang mampu mengoptimalkan peran sastra dalam pembentukan karakter bangsa,” tegas Prof Dr Sugiarti MSi.
Sugiarti melanjutkan, identitas dan kesadaran budaya sastra memungkinkan pembaca mengenali akar budaya mereka sendiri. Karenanya, berdirinya komunitas sastra seperti Gubuk Buku, Malang Menulis, Ruang Baca Cerdas (RBC), menjadi sebuah keniscayaan dalam membangun masyarakat yang inklusif, toleran, dan beradab. “Komunitas ini telah berkontribusi signifikan dalam peningkataan minat baca dan tulis, pelestarian budaya lokal, penciptaan ruang diskusi kritis, dan perluasan jejaring,” ungkapanya.

Prof Dr Trisakti Handayani MM, Guru Besar Bidang Ilmu Kajian Budaya
Prof Dr Trisakti Handayani MM, Guru Besar Bidang Ilmu Kajian Budaya

 

3. Prof Dr Trisakti Handayani MM
Guru Besar Bidang Ilmu Kajian Budaya


Kajian Budaya dan Isu Gender dalam Pendidikan di Indonesia


ORASI ilmiah yang disampaikan Prof Dr Trisakti Handayani MM dilatarbelakangi atas keprihatinan sekaligus harapan besar terhadap dinamika pendidikan di Indonesia yang terus berkembang, namun masih menyisakan berbagai persoalan terkait ketimpangan gender dan pelestarian nilai-nilai budaya.
Menurut Trisakti, berbagai kebijakan pendidikan telah diimplementasikan, namun pada tataran praktis, masih terdapat disparitas gender yang berdampak pada kesempatan dan capaian pendidikan. Selain itu, globalisasi yang semakin masif juga memberikan tekanan tersendiri terhadap eksistensi nilai-nilai budaya lokal dalam praktik pendidikan. “Melihat realitas tersebut, saya terdorong untuk menyusun sebuah kajian komprehensif yang dapat menjadi rujukan bagi para praktisi pendidikan, pengambil kebijakan, akademisi, mahasiswa, maupun masyarakat umum yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan pendidikan di Indonesia,” ungkap Trisakti.
Ia pun menegaskan bahwa gagasannya berfokus pada tiga aspek utama yang saling berkaitan. Pertama, kajian teoretis mengenai interaksi antara budaya dan gender dalam konteks pendidikan. Kedua, analisis empiris terhadap berbagai praktik pendidikan di Indonesia yang mencerminkan atau justru mengabaikan sensitivitas budaya dan kesetaraan gender. Ketiga, rekomendasi strategis untuk mengintegrasikan nilai-nilai budaya dan perspektif gender dalam sistem pendidikan nasional. Pembahasan tersebut tidak hanya menyoroti permasalahan-permasalahan yang ada, tetapi juga mengidentifikasi peluang dan potensi yang dapat dioptimalkan untuk menciptakan pendidikan yang lebih inklusif dan berkeadilan. “Melalui pendekatan interdisipliner, buku ini menawarkan perspektif yang holistik dalam memahami kompleksitas persoalan yang dihadapi dunia pendidikan Indonesia,” tegas Dekan FKIP UMM itu.
Trisakti berharap orasinya dapat menginspirasi berbagai pihak untuk terus berkomitmen dalam mengembangkan praktik pendidikan yang sensitif budaya dan kesetaraan gender, sehingga cita-cita untuk mewujudkan pendidikan berkualitas yang dapat diakses oleh seluruh anak bangsa tanpa diskriminasi akan semakin dekat untuk diwujudkan. (mel/adn)

Editor : A. Nugroho
#Profesor #UMM #malang