Kepala Disdikbud Kota Malang Hadir dalam Haflah dan Imtihan Yayasan Insan Permata
A. Nugroho• Rabu, 14 Mei 2025 | 15:28 WIB
KHIDMAT: Suasana Haflah dan Imtihan siswa Yayasan Insan Permata di aula SMK Negeri 2 Kota Malang (10/5).
MALANG KOTA - Yayasan Insan Permata sukses menggelar Haflah dan Imtihan di Aula SMK Negeri 2 Kota Malang pada Sabtu (10/5). Kegiatan itu merupakan apresiasi terhadap para siswa yang berhasil menyelesaikan ujian metode membaca Alquran dengan kualifikasi tahfid dan tartil sebagai tolak ukur utama. Jumlah yang mengikuti kegiatan Haflah dan Imtihan sebanyak 101 siswa.
Manajer Mutu Yayasan Insan Permata Khikmatun Nikmah menjelaskan, Haflah dan Imtihan merupakan agenda tahunan. Namun sebelumnya menggunakan istilah ujian munaqosah.
"Sebelum mengikuti Haflah dan Imtihan, para siswa terlebih dulu mengikuti rangkaian seleksi," kata Nikmah. Mulai dari dari tingkat unit, administratif, hingga ujian munaqosyah oleh Unit Sahabat Qur'an dengan menilai aspek tajwid, kefasihan, dan pemahaman tajwid bacaan.
Nikmah melanjutkan, kegiatan diawali dengan tasmi’ demo hafalan surat Al-Qiyamah yang dilafalkan dengan tartil dan lantang. Selanjutnya uji publik secara acak di hadapan pihak-pihak yang hadir sebagai bukti kesiapan siswa dalam menghadapi tantangan.
OPTIMISTIS: Kepala Unit Sahabat Qur
Selain itu, ada sesi apresiasi yang diberikan kepada siswa berprestasi. Tujuannya untuk menambah semangat dan motivasi agar mereka terus memperdalam ilmu Alquran.
Nikmah menyatakan, yang istimewa kali ini karena turut dihadiri sejumlah sosok. Antara lain Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Suwarjana.
"Ini semua merupakan hasil sinergi antara guru dan orang tua," kata Suwarjana dalam pidatonya. Karena itu dia juga mengajak orang tua yang hadir untuk turut terlibat dalam pendidikan anak-anak mereka.
SINERGI: Kepala Disdikbud) Kota Malang Suwarjana bersama jajaran pengurus dan pimpinan Yayasan Insan Permata.
Suwarjana menjelaskan, anak-anak hanya berada di sekolah lima hari dalam seminggu. Sementara sisanya mereka habiskan di rumah. "Maka, rumah pun harus menjadi madrasah pertama,” tegasnya.
Di samping itu ada sosok lain yang hadir. Yakni Pengawas PAI SD Muniron, Pengawas PAI SMP Bapak Junaidi, Ketua Forum Komunikasi Pendidikan Al Qur'an Kota Malang Ustadz Zain Fuad hingga pimpinan Yayasan Insan Permata Prof Lutfi serta Ustadz Ahmadi. (mel)