SURABAYA – Kesabaran orang tua yang ingin memvalidasi data sistem penerimaan murid baru (SPMB) sedang diuji kemarin (14/5).
Sebab, ada kendala jaringan yang dialami wali murid ketika mengakses website.
Mereka mengeluh loading pada laman tersebut cukup lama.
Indri Yanti misalnya, salah satu orang tua yang ingin mendaftarkan putrinya ke SMP negeri.
Baca Juga: 55 SMP Swasta di Kota Malang Dipastikan Ikut SPMB Online
Dia mengaku, harus bersabar saat mengisi data untuk validasi.
”Harus nunggu. Ini tadi pakai laptop agar tampilanya lebih jelas,” ungkap Indri kepada Jawa Pos kemarin.
Perempuan yang tinggal di Tanah Kalikedinding itu juga mendapatkan laporan dari orang tua wali murid lain bahwa harus mengisi validasi data dua kali.
Sebab, saat mengisi data, tiba-tiba website restart ke tampilan awal.
Baca Juga: Dispendik Surabaya Luncurkan Panduan SPMB SD-SMP, Siswa Mulai Ambil Pin SPMB SMP Negeri Hari Ini
”Jadi borang yang awalnya sudah terisi kembali kosong dan harus mengulang ngisi kembali,” tuturnya.
Dia mengetahui informasi SPMB dari guru kelas.
Namun, terdapat orang tua yang kurang familiar dengan teknologi dan belum mengetahui detail aturan SPMB itu.
Alhasil, antar orang tua saling chating bahkan saling share informasi di grup.
”Di grup WA ramai diskusi,” tambah Yanti.
Sementara itu, Nunuk salah seorang orang tua lainya mengatakan, belum sepenuhnya paham mengenai sistem pendaftaran online.
Dia pun bertanya ke guru maupun orang tua lainya.
”Enggak sepenuhnya paham. Jadi banyak tanya,” tuturnya.
Baca Juga: Ribuan SD di Kabupaten Malang Sediakan 33.432 Kursi untuk SPMB
Dia berharap, sosialisasi dan penjelasan mengenai mekanisme SPMB dapat diperluas. Khususnya kepada orang tua yang gaptek.
Sebab, membutuhkan waktu untuk memahami.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya Putri Aisyah Mahanani menjelaskan, orang tua mengalami kendala saat validasi maupun pendaftaran dapat segera menghubungi guru kelas atau sekolah. Nantinya, akan dibantu langsung.
”Kami sudah himbau ke sekolah agar aktif ke orang tua juga,” tambahnya.
Hingga pukul 17.00 kemarin, total peserta didik yang 3.065 data siswa yang telah divalidasi. Setelah divalidasi, sekolah akan memberikan PIN untuk mendaftar.
”Sifatnya rahasia dan diberikan ke orang tua,” jelasnya.
Pihaknya juga mengumpulkan guru kelas enam SD Negeri untuk sosialisasi mengenai SPMB.
Kedepan, sosialisasi terus dimasifkan hingga ke perangkat kelurahan dan kecamatan.
”Kami undang semua secara bertahap untuk sosialisasi,” tuturnya. (ata/jun/adn)
Editor : Aditya Novrian