Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kelas PKK SMK PIM Lahirkan Wirausahawan Cookies Kulit Jeruk Sunkist

A. Nugroho • Kamis, 22 Mei 2025 | 16:48 WIB

 

KREATIF: Safina Azeti, siswa SMK Putra Indonesia Malang (PIM) itu justru memanfaatkan kulit jeruk sebagai bahan tambahan membuat kue.
KREATIF: Safina Azeti, siswa SMK Putra Indonesia Malang (PIM) itu justru memanfaatkan kulit jeruk sebagai bahan tambahan membuat kue.

MALANG - Jika selama ini banyak masyarakat menilai kulit jeruk sebagai sampah, tidak demikian bagi Safina Azeti. Siswa SMK Putra Indonesia Malang (PIM) itu justru memanfaatkan kulit jeruk sebagai bahan tambahan membuat kue. Khususnya kulit jeruk sunkist. Kulit jeruk tersebut dijadikan ciri khas produk cookies yang ia buat bersama kelompoknya.

“Setelah beberapa kali trial and error, kami menemukan resep yang unik., cookies dengan ekstrak kulit jeruk sunkist yang rasa dan aromanya segar,” ujar bungsu dari dua bersaudara itu  di rumahnya, Senin (19/5).

 Safina menjelaskan, awal mula dia tertarik mengembangkan produk ini adalah adanya tugas dalam pelajaran projek kreatif dan kewirausahaan (PKK) di sekolah.

Dalam pelajaran tersebut siswa diberi kebebasan membuat produk yang bisa dijual. Melalui diskusi kelompok mereka sepakat membuat cookies dengan tambahan ekstrak kulit jeruk sunkist.

Ternyata produk tersebut menarik perhatian banyak orang sehingga banyak dipesan, walaupun masih dalam skala kecil. Proyek ini, lanjut siswa jurusan Teknik Kimia Industri ini, berjalan selama beberapa bulan dalam rangka tugas sekolah.

Namun setelah pelajaran PKK selesai, kegiatan pun ikut berhenti. “Selang beberapa waktu saya kepikiran untuk memulai kembali usaha cookies ini, tapi sebagai usaha pribadi. Sayang kalau resep dan peluang yang sudah ada tidak dilanjutkan. Akhirnya saya menghubungi teman-teman dan meminta izin untuk melanjutkan produk ini sebagai usaha sendiri. Mereka mendukung, dan dari sanalah usaha ini resmi saya jalankan sendiri,” papar penggemar traveling itu.

Menurut anak pasangan Azrul Ichwan-Ucik Nurhayati itu, berwirausaha cookies ia pilih karena merasa cukup terbiasa dan nyaman saat menjalankannya di sekolah.

Proses membuatnya menyenangkan, dan hasilnya juga diapresiasi oleh banyak orang. Selain itu, ia ingin punya kegiatan produktif dan mandiri secara finansial.

Cookies dengan ekstrak kulit jeruk sunkist ini menurut saya merupakan potensi yang belum banyak digarap, jadi saya merasa ada peluang besar di sana,” tambah gadis kelahiran Bengkulu yang memilih merek CofruitOrange untuk usahanya itu.

Keyakinan Safina didasarkan pada kenyataan bahwa cookies memiliki segmen pasar yang luas, dari anak-anak hingga orang tua. Selain itu cookies cocok untuk camilan harian, oleh-oleh, atau hampers. Terlebih lagi cita rasanya segar dan berbeda.

Selama ini ia memasarkan produk tersebut melalui media sosial seperti Instagram dan WhatsaApp. Sistem pemesanan dilakukan dengan pre-order (PO) agar bisa mengatur waktu produksi.

Ia pun rutin memposting foto-foto cookies, video proses pembuatannya, serta testimoni dari pelanggan. “Saya juga aktif membalas DM dan komentar agar calon pelanggan merasa dekat dan percaya,” tambahnya.

Soal kendala yang dihadapi, ia menilai pada keterbatasan oven yang hanya dua unit. Hal itu membuat proses produksi membutuhkan waktu lama, bahkan hingga larut malam.

Untuk mengatasi kendala tersebut, ia menyusun jadwal kerja yang lebih efektif, dan menyesuaikan kapasitas PO agar tetap bisa diselesaikan dengan baik.

Kepala SMK PIM, Eka Tries Yuliani, S.Si.mengatakan, pembelajaran PKK memang dikembangkan untuk memberikan bekal kemampuan berwirausaha bagi siswa.

Mata pelajaran PKK diberikan di kelas XI dan XII. Fokus pembelajaran di kelas XI adalah motivasi membangun mental wirausaha, membuat perencanaan usaha, riset dan pengembangan, produksi, dan pemasaran.

Pembelajaran PKK tidak hanya didampingi guru pembimbing, melainkan juga penguatan dari industri. “Sedangkan di kelas XII difokuskan pada pembuatan laporan keuangan terstandar serta evaluasi bisnis sebelumnya untuk membuat perencanaan bisnis saat lulus,” tambahnya. (*)

Diana Muhayanti, Guru SMK PIM

Artikel ini ditulis oleh Diana Muhayanti, Guru SMK PIM
Artikel ini ditulis oleh Diana Muhayanti, Guru SMK PIM
Editor : A. Nugroho
#pim #indonesia #jeruk #malang #Putra #kulit #SMK