MALANG KOTA - Situs resmi untuk Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 sudah disiapkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang. Informasi lengkapnya bisa diakses di https://kotamalang.spmb.id/. Di dalamnya, ada tiga pilihan pendaftaran.
Yakni untuk jenjang TK dengan satu jalur pendaftaran, SD dengan tiga jalur pendaftaran, dan SMP dengan lima jalur pendaftaran.
”Situs itu sebelumnya dalam bentuk demo, tapi sekarang sudah bisa dicoba secara mandiri oleh masing-masing orang tua di rumah,” terang Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar Disdikbud Kota Malang Muflikh Adhim.
Uji coba pendaftaran untuk SPMB jenjang SD dilakukan mulai 3 Juni sampai kemarin (4/6). Dilanjutkan jenjang SMP pada 5 sampai 6 Juni.
Sebelum itu, situs SPMB sudah beberapa kali dicoba disdikbud. Sejauh ini, Adhim memastikan tidak ada kendala. Semua berjalan lancar. Pihaknya juga menjamin kalau selama pelaksanaan pendaftaran tidak akan terjadi server down.
”Karena pengembang situsnya kini berbeda. Kalau tahun lalu dari Bandung, sekarang kami kerja sama dengan Telkom,” sambung pejabat eselon III B Pemkot Malang itu.
Selain mempersiapkan situs, pihaknya sudah mempersiapkan seluruh operator sekolah. Pada 2 Juni lalu, sudah digelar bimbingan teknis. Ada sekitar 250 operator sekolah yang mengikutinya.
Itu dilakukan karena pihak sekolah juga berperan dalam pelaksanaan SPMB. Selama ini mereka jadi ujung tombak untuk melakukan sosialisasi kepada orang tua pelajar. Adhim yakin para orang tua sudah memiliki perhitungan dalam memilih sekolah.
Baik dari segi jarak, nilai rapor, prestasi, maupun pertimbangan lainnya. Dia menambahkan, untuk jenjang SD negeri, pihaknya membuka kuota 11.536 kursi. Terdiri dari 7.807 kursi yang tersebar di 195 SD negeri.
Sementara sisanya ada 3.729 kursi di 92 SD swasta. Kuota tersebut diplot untuk 19.415 lulusan dari 707 TK. Sementara untuk jenjang SMP negeri, pihaknya membuka kuota 12.352 kursi. Kuota tersebut diperebutkan oleh 14.354 murid.
Artinya ada 2.002 murid yang tidak lolos ke SMP negeri. Namun mereka tetap bisa mendaftar ke SMP swasta.
”Kebetulan SMP swasta juga sudah resmi mengikuti SPMB 2025 bersama SMP negeri,” sebut Adhim.
Total ada 85 SMP yang mengikuti SPMB online. Terdiri dari 30 SMP negeri dan 55 SMP swasta. Sisanya, ada 32 SMP swasta yang hanya menggelar SPMB secara offline.
Sekretaris Disdikbud Kota Malang Tri Oky Rudianto juga menjamin pelaksanaan SPMB 2025 pada bulan ini bakal berjalan lancar (selengkapnya baca grafis). Terutama dari sistem online. Sebab, dinas sudah menyampaikan kendala-kendala yang terjadi tahun lalu kepada vendor.
Sebagai contoh, penulisan koordinat rumah sebagai salah satu persyaratan SPMB jalur domisili. Tahun lalu, banyak orang tua yang mengeluh kesulitan memasukkan koordinat rumah. Selain itu juga potensi server down menjelang penutupan pendaftaran.
”Pihak vendor sudah memberi jaminan kalau tidak akan ada kendala-kendala seperti tahun lalu,” tegas dia.
Secara fitur, situs SPMB 2025 tidak banyak perbedaan dengan tahun lalu. Pihak vendor hanya berupaya agar tidak ada keluhan selama pelaksanaan. Ditambah lagi, disdikbud juga didukung perangkat daerah terkait.
Misalnya saja Diskominfo Kota Malang, Dispendukcapil Kota Malang, dan Dinsos-P2AP2KB Kota Malang. Seperti diberitakan, launching persiapan SPMB 2025 sudah dilangsungkan pada 21 April lalu. Dilanjutkan dengan pelaksanaan Uji Kompetensi Daerah (UKD) pada 5 sampai 6 Mei dan 15 sampai 16 Mei untuk ujian susulan.
Nilai UKD menjadi penentu penerimaan siswa di jalur prestasi. Bobot penilaiannya mencapai 75 persen. Ada 13.509 peserta yang mengikuti UKD di mata pelajaran literasi. Lalu untuk mata pelajaran numerasi, ada 13.513 peserta.
Uji Coba Pendaftaran Berjalan Lancar Dari testimoni beberapa pihak, uji coba pendaftaran SPMB untuk jenjang TK dan SD berjalan cukup lancar. Tiap satuan pendidikan sudah menginformasikan jadwal uji coba tersebut pada wali murid pada jauh-jauh hari. Sejumlah wali murid juga sudah melakukan uji coba, dan belum mendapati keluhan.
”Kami rutin sosialisasi baik secara langsung maupun melalui grup WhatsApp (WA) wali murid,” ujar Kepala SDN Kauman 1 Sentot Hariyanto.
Pihaknya sudah melakukan persiapan SPMB sesuai petunjuk teknis. Termasuk mengutus satu operator untuk mengikuti pelatihan pada 2 Juni lalu. Sentot mengaku pihaknya sudah membuat dua tim khusus SPMB.
Tim pertama fokus pada SPMB untuk SD. Melayani wali murid yang bertanya terkait pendaftaran di SDN Kauman Sentot mengaku pihaknya sudah membuat dua tim khusus SPMB. Tim pertama fokus pada SPMB untuk SD.
Melayani wali murid yang bertanya terkait pendaftaran di SDN Kauman 1. Tahun ini, pihaknya membuka 84 kuota untuk murid baru sesuai pagu yang sudah ditentukan. Satu tim lagi dibentuk untuk menangani murid dan wali murid kelas enam.
Sebanyak 113 siswa dari empat kelas kini banyak bertanya terkait pendaftaran ke SMP tujuan.
”Kami pisahkan biar fokus, satunya pendaftaran masuk, satunya membantu keluar,” papar Sentot.
Di tempat lain, Kepala SDN Kasin Muhamad Yasin Kurniawan juga memastikan uji coba pendaftaran SPMB di sekolahnya berjalan lancar. Sebanyak 52 siswa kelas enam sudah bersama-sama mengakses situs pendaftaran SPMB, kemarin (4/6).
”Semuanya lancar dan tidak ada pertanyaan apa pun dari para murid,” ujarnya.
Pihaknya sudah menyosialisasikan percobaan pendaftaran SPMB kepada wali murid kelas enam sejak 28 Mei lalu. Terkait SPMB SD melalui satuan pendidikan TK, mayoritas wali murid mencari tahu sendiri informasi pendaftaran SPMB. Sementara pihak sekolah bersifat membantu meneruskan informasi dari Disdikbud.
Seperti yang dilakukan KB dan TK Laboratorium Universitas Negeri Malang (UM).
”Kami secara aktif membagikan informasi SPMB dari Disdik melalui grup WA wali murid,” ujar Kepala KB dan TK Lab UM Rahayu Asyhari.
Tidak ada tim khusus yang menangani SPMB. Seluruh informasi disampaikan secara aktif oleh guru kelas. Termasuk tanggal pendaftaran dan petunjuk teknis SPMB.
Dari 48 siswa lulusan KB dan TK SMP Lab UM, mayoritas lebih memilih SD swasta. Karena itu tidak sampai ada tim khusus terkait SPMB. Berdasar data tahun ke tahun, biasanya hanya 20 persen saja lulusan KB dan TK Lab UM yang meneruskan ke SD negeri.
(mel/aff/by)
Editor : A. Nugroho