MALANG KOTA – Semangat hilirisasi riset pendidikan vokasi terus digalakkan. Politeknik Negeri Malang (Polinema) turut ambil bagian dengan menggelar Pameran Riset dan Inovasi di Graha Polinema.
Acara yang berlangsung sejak Selasa (10/6) hingga kemarin (11/6) itu menjadi ajang unjuk gigi bagi 43 tenant yang menampilkan hasil riset inovatif mulai dari teknologi terapan hingga digital marketing.
Pameran tersebut juga menjadi rangkaian perayaan HUT ke-43 Polinema. Tahun ini, tema yang diusung Penguatan Ekosistem Inovasi untuk Akselerasi Hasil Riset dan Kolaborasi Pentahelix.
Tak sekadar pameran, kegiatan itu juga dirangkai dengan talkshow bertema sinergi antara riset dan kebutuhan industri. Pada hari pertama, lebih dari 50 perwakilan industri hadir untuk mendiskusikan potensi hilirisasi hasil riset mahasiswa ke ranah industri.
Puncaknya, seminar kebijakan hilirisasi digelar kemarin dengan menghadirkan Dirjen Riset dan Pengembangan Kemendiktisaintek Dr Mohammad Fauzan Adziman ST MEng sebagai keynote speaker.
”Kami ingin membangun ekosistem riset yang lebih produktif, dengan hasil riset yang tidak hanya berhenti di jurnal, tapi bisa dikembangkan menjadi prototipe siap industri,” ujar Fauzan.
Ia menyebutkan, saat ini pemerintah tengah memfokuskan hilirisasi pada 28 komoditas strategis. Salah satunya adalah sektor industri elektronik. Fauzan optimistis, hasil-hasil inovasi dari Polinema akan berkontribusi besar terhadap pengembangan sektor tersebut.
Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Polinema Prof Dr Ratna Ika Putri ST MT menegaskan bahwa tujuan utama pameran adalah menjembatani hasil riset mahasiswa dengan kebutuhan masyarakat, terutama kalangan industri.
”Kami berharap dari pameran ini, para peneliti mendapat masukan langsung dari para pelaku industri. Ini akan memperkuat kolaborasi dan menciptakan riset yang lebih berdampak,” jelas Ratna. (aff/adn)
Editor : A. Nugroho