MALANG KOTA – Kuota peserta Diklat Jurnalistik Guru SMA/MA se-Kota Malang dan Batu tersisa untuk kuota tiga guru saja. Karenanya, bagi yang belum mendaftar, diharapkan bisa segera melakukan pendaftaran jika tidak ingin ketinggalan.
Acara yang digelar Rabu (25/6), di Kantor Jawa Pos Radar Malang ini merupakan diklat untuk guru jenjang SMA/MA di Kota Malang dan Batu. Tak hanya mendapat pelatihan jurnalistik dan kepenulisan, para guru juga difasilitasi untuk menerbitkan buku antologi karyanya.
Sampai hari ini (20/6), ada 10 sekolah dari 11 SMA Negeri Kota Malang yang ikut serta dalam kegiatan diklat. Di antaranya, SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3, SMAN 4, SMAN 6, SMAN 7, SMAN 8, SMAN 9 dan SMAN 10. Sedangkan, SMA Negeri Kota Batu semua ikut berpartisipasi di acara ini.
Ada juga 3 SMA swasta yang bersemangat meningkatkan literasi di sekolah dan mendorong guru untuk membuat buku. Antara lain, SMA Katolik St. Albertus Dempo Malang, SMA Bina Bangsa School dan SMA Muhammadiyah 3 Batu.
Ada salah SMA Negeri di Kota Malang yang mengirimkan lebih dari satu gurunya untuk mengikuti diklat kali ini. “Ini adalah salah satu program saya di SMAN 2 Malang, yakni peningkatan literasi sekolah. Dengan ikut program ini, kami berharap media sosial SMANDA bisa lebih hidup, bervariatif dan guru bisa upgrade skill menulis buku. Oleh karena itu, saya mendorong para guru untuk bisa ikut acara ini,” jelas Kepala SMAN 2 Malang Hj Eny Retno Diwati MPd.
Kepala Cabdindik wilayah Kota Malang-Kota Batu Dr Hj Hastini Ratna Dewi MPd sangat mengapresiasi kegiatan ini dengan menerbitkan nota dinas sebagai dasar sekolah mengirimkan gurunya. “Siswa sangat rentan untuk menerima berita hoaks Jika guru sudah teredukasi menulis di media sosial sekolah, maka akan menetralisir berita buruk yang menerpa sekolah,” tegasnya.
Untuk sekolah yang belum mendaftar bisa langsung mengisi link pendaftaran berikut : https://bit.ly/DiklatSMAMalangBatu. Info lebih lanjut bisa menghubungi Bachtiar di nomor 0822 578 34384. (bes)
Editor : A. Nugroho