MALANG KOTA - Raut wajah Rahmatil Laili Rahmadani awalnya tampak gelisah ketika puluhan orang mendatangi kediamannya di Jalan Kresno, Kelurahan Polehan, kemarin. Sikap gadis berusia 12 tahun itu mulai mencair ketika Kepala Staf Kepresidenan (KSP) RI AM Putranto menanyakan cita-citanya. Dia menjawab dengan yakin terkait cita-citanya menjadi seorang pramugari.
”Saya cita-citanya ingin menjadi pramugari,” jawabnya dengan lirih. Laili merupakan salah satu calon siswa sekolah rakyat di Kota Malang. Dia anak dari kuli bangunan yang berpenghasilan sekitra Rp 2 juta per bulan. Sedangkan ibunya hanya sebagai ibu rumah tangga.
Bersama dua adiknya, Laili tinggal di sebuah rumah yang sebagian dindingnya masih menggunakan anyaman bambu. Ukuran rumahnya sekitar 5 x 6 meter. Hunian itu ditempati sejak 10 tahun lalu dan masih kontrak dengan keluarga.
Selama kunjungan KSP AM Putranto, Laili tak banyak bicara. Anak lulusan SDN Polehan 5 itu mungkin masih kaget dengan banyaknya orang yang datang ke rumah. Ibu dari Laili, Ilmiatul Khoiroh lah yang banyak menanggapi pernyataan KSP maupun pertanyaan dari media.
Khoiroh menuturkan, dia mendapatkan informasi bahwa putrinya bisa mengikuti sekolah rakyat pada bulan Maret lalu. Saat itu, dia mendapatkan surat pemberitahuan dari pihak kelurahan. ”Pertama saya tidak mengetahui sekolah rakyat ini apa. Setelah rapat di kecamatan, baru mengeti dan Alhamdulillah anak saya bisa ikut,” tutur dia.
Di awal, Laili merasa tidak yakin bisa mengikuti program tersebut. Namun Khoiroh berhasil membujuknya, dan akhirnya anak pertamanya itu setuju melanjutkan pendidikan di sekolah rakyat. ”Awalnya mau ke SMPN 28, tapi butuh biaya, sehingga saya membujuk agar ikut ini. Alhamdulillah semua gratis, seragam, tas, dan lainnya sudah disediakan,” ungkap wanita berusia 33 tahun itu. Khoiroh berharap anaknya dapat belajar dengan baik serta menggapai cita-cita yang diinginkan. ”Mudah-mudahan ini menjadi pembuka rezeki bagi keluarga kami,” harap dia.
Sementara itu, KSP AM Putranto menuturkan, kedatangannya itu dilakukan memberikan semangat kepada salah satu calon siswa sekolah rakyat. Dia menyampaikan kepada Laili maupun keluarga untuk tidak memikirkan lagi terkait biaya.
Sebab, buku atau peralatan lainnya sudah disiapkan oleh pemerintah pusat. ”Saya juga sampaikan kalau menggapai cita-citanya menjadi pramugari itu ada tesnya, sehingga harus sekolah yang pintar,” kata Putranto. (adk/by)
Editor : A. Nugroho