Oleh Devina Nurrachmadanti, Mahasiswi S2 Departemen Ilmu Administrasi Publik, Universitas Brawijaya.
ABSTRACT
Berkembangnya pariwisata di sebuah daerah akan membawa perubahan pada daerah tersebut. Indonesia dengan potensi pariwisata yang besar akan menjadikan daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung, baik wisatawan lokal ataupun wisatawan asing.
Taman Wisata Wendit merupakan pelopor objek wisata rekreasi air dan alam di Kabupaten Malang, memadukan suasana alam yang nyaman dan sejuk hingga sumber air pemandian yang berasal dari sumber mata air pegunungan.
Pengembangan pariwisata idealnya harus disesuaikan dengan karakteristik dan potensi daerah tujuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengembangan potensi pariwisata di Taman Wisata Wendit Kabupaten Malang.
Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah triangulasi data dan analisis deskriptif kualitatif melalui reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Kesimpulan pada penelitian ini menemukan bahwa Taman Wisata Wendit di Malang memiliki potensi pariwisata yang besar baik dari segi alam, budaya, maupun buatan manusia.
Upaya pengembangan telah dilakukan melalui pembenahan sarana-prasarana, penambahan wahana, penyelenggaraan event budaya, serta kerja sama dengan Dinas Pariwisata. Partisipasi aktif masyarakat lokal dan wisatawan menunjukkan bahwa terdapat dukungan sosial yang kuat untuk pengembangan Taman Wisata Wendit.
Oleh karena itu, dengan pengelolaan yang lebih profesional, promosi digital yang intensif, dan sinergi antara pengelola, pemerintah, dan masyarakat dapat dikembangkan optimal dan berkelanjutan.
Keywords: Tourism, Potential Tourist Attractions, Taman Wisata Wendit
A. PENDAHULUAN
Aktivitas pariwisata di Indonesia sudah mulai tumbuh dan berkembang, bahkan menjadi tren gaya hidup tersendiri bagi masyarakat, dan sering dipromosikan potensi wisata suatu wilayah kepada masyarakat dengan ciri khas masing-masing daerah.
Potensi wisata yang dipunya oleh Indonesia adalah keindahan alam dan keanekaragaman hayati yang ada (Rosita, 2016). Sektor pariwisata merupakan sektor yang potensial untuk dikembangkan sebagai sumber pendapatan sebuah daerah.
Berkembangnya pariwisata di sebuah daerah menurut Baiquni (2015) akan membawa perubahan pada daerah tersebut. Indonesia dengan potensi pariwisata yang besar akan menjadikan daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung, baik wisatawan lokal ataupun wisatawan asing.
Pariwisata di Indonesia saat ini memegang peran krusial dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Indonesia yang memiliki obyek-obyek wisata sangat beragam dan eksotis menjadikan Indonesia sebagai salah satu tujuan wisatawan untuk berlibur.
Indonesia termasuk salah satu negara favorit yang sering dikunjungi oleh wisatawan asing karena layanan dan fasilitas yang tersedia sebanding dengan anggaran mereka. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia dianggap sebagai negara tujuan wisata yang terjangkau.
Salah satu faktor pendukungnya adalah pilihan maskapai berbiaya rendah (low cost carrier) yang memungkinkan wisatawan menghemat biaya perjalanan dan menggunakannya untuk akomodasi yang lebih nyaman. Selain itu, perbedaan iklim dengan negara asal serta keindahan alam Indonesia turut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing.
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia melalui seluruh pintu masuk bulan Januari 2024 sebesar 927,746 terdiri dari 760,036 kunjungan atau 81,93% melalui pencatatan imigrasi dan 167,710 kunjungan atau 18,07% melalui pencatatan Mobile Positioning Data pada pintu masuk perbatasan.
Jumlah ini mengalami pertumbuhan sebesar 16,19% dibandingkan bulan Januari 2023 yang hanya berjumlah 798,469 kunjungan. Salah satu alasan wisatawan mancanegara adalah indahnya kekayaan alam di Indonesia.
Alam terbuka dengan beragam karakteristik pariwisata pegunungan, hutan, usngai, air terjun, pantai dan keindahan bawah laut semakin membuat wisatawan mancanegara senang mengeksplor Indonesia.
Upaya pengembangan industri pariwisata di Indonesia membutuhkan kerjasama antara satu industri dengan industri lainnya. Suatu peluang jika industri pariwisata dipergunakan oleh daerah - daerah di Indonesia untuk mengembangkan potensi sumber daya alam yang telah ada.
Salah satu produk industri perikanan dan kelautan yang memiliki potensi adalah jasa wisata akuatik. Taman Wisata Wendit merupakan pelopor objek wisata rekreasi air dan alam di Kabupaten Malang, memadukan suasana alam yang nyaman dan sejuk hingga sumber air pemandian yang berasal dari sumber mata air pegunungan.
Taman Wisata Wendit juga menawarkan wisata sejarah yang menarik untuk diketahui pengunjunya. Taman Wisata Wendit merupakan kawasan wisata legendaris yang terletak di Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.
Taman ini menyuguhkan ruang hijau terbuka yang rindang dengan pepohonan besar serta kolam pemandian alami sebagai daya tarik utamanya. Kolam pemandian tersebut dipercaya telah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Selain keindahan alam dan pemandiannya, Wendit juga dikenal sebagai habitat monyet ekor panjang.
Pengelola saat ini telah membangun kolam pemandian buatan seperti waterpark, kolam arus, kolam anak serta danau buatan sehingga fasilitas Taman Wisata Wendit semakin bervariasi.
Saat ini fasilitas Taman Wisata Wendit dibagi menjadi beberapa yaitu area pasar wisata, area theater, area plaza, area danau buatan, area bermain anak, area pemandian alami, area waterboom, area kolam spa dan area kolam arus.
Pariwisata memberikan manfaat bagi para wisatawan maupun masyarakat lokal, asalkan dikelola dengan tepat (Mill,2000). Pengembangan pariwisata idealnya harus disesuaikan dengan karakteristik dan potensi daerah tujuan.
Dengan demikian, dampak yang ditimbulkan dari aktivitas pariwisata akan dirasakan langsung oleh masyarakat setempat serta pemerintah daerah. Baik dampak positif maupun negatif, pihak pemerintah diharapkan mampu mengelola dan memaksimalkan potensi lokal agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pengembangan sektor pariwisata juga diharapkan mampu menciptakan daya saing yang kuat dibandingkan destinasi lainnya, sehingga bisa memberikan kontribusi yang nyata bagi masyarakat sekitar kawasan Taman Wisata Wendit.
Taman Wisata Wendit menghadapi permasalahan berupa penurunan jumlah kunjungan dibandingkan dengan destinasi wisata lain di Kabupaten Malang. Dengan potensi yang dimilikinya, Taman Wisata Wendit seharusnya mampu menjadi tujuan wisata utama jika pengelolaannya direncanakan dan dijalankan dengan baik.
Kurangnya promosi menjadi salah satu penyebab rendahnya kunjungan, terutama dari wisatawan mancanegara yang belum banyak mengetahui keberadaan obyek wisata ini. Dengan strategi yang tepat, Taman Wisata Wendit berpotensi menyaingi daya tarik wisata lain di daerah tersebut.
Oleh karena itu, pengelola perlu memahami kelebihan dan kelemahan yang ada agar dapat menetapkan prioritas perbaikan dan pengembangan demi meningkatkan kepuasan pengunjung serta menjadikan Taman Wisata Wendit sebagai destinasi wisata unggulan.
B. TINJAUAN PUSTAKA
Pariwisata
Pariwisata merupakan segala kegiatan yang berhubungan dengan perjalanan untuk tujuan hiburan dan pariwisata. Menurut Prayogo (2018) pariwisata secara sederhana didefinisikan sebagai perjalanan seseorang atau kelompok dari satu tempat ke tempat lain membuat rencana dalam jangka waktu tertentu, memiliki tujuan rekreasi dan mendapatkan huburan sehingga keinginan dapat terpenuhi.
Menurut Muljadi (2012) menambahkan jika pariwisata merupakan suatu aktivitas perubahan tempat tinggal sementara dari seseorang diluar tempat tinggal sehari-hari dengan suatu alasan apapun selain melakukan kegiatan yang bisa menghasilkan upah.
Menurut Sugiama (2011) pariwisata adalah rangkaian aktivitas dan penyediaan layanan baik untuk kebutuhan atraksi wisatam transportasi, akomodasi dan layanan lain yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan perjalanan seseorang atau sekelompok orang.
Perjalanan yang dilakukan hanya untuk sementara waktu meninggalkan tempat tinggalnya dengan tujuan istirahatm berbisnis dan maksud lainnya. Sedangkan menurut Yoeti (2008) pariwisata harus memenuhi empat kriteria terlebih dahulu, antara lain yaitu:
1. Perjalanan dilakukan dari suatu tempat ke tempat lainnya, perjalanan dilakukan di luar tempat kediaman dimana orang itu biasanya tinggal;
2. Tujuan perjalanan dilakukan semata untuk bersenang-senang tanpa mencari nafkah di kota atau negara yang dikunjungi;
3. Uang yang akan diperbelanjakan wisatawan tersebut dibawa dari negara asalnya, dimana dia bisa tinggal atau berdiam dan bukan diperoleh karena hasil usaha selama dalam perjalanan wisata yang dilakukan.
Pengembangan Pariwisata
Pengembangan adalah strategi yang dilakukan guna untuk meningkatkan, memperbaiki, dan memajukan daya tarik wisata agar jumlah wisatawan mengalami peningkatan sehingga masyarakat dan pemerintah dapat merasakan dampak positifnya (Paturusi, 2001).
Pengembangan pariwisata adalah salah satu cara untuk membuat suatu obyek wisata menjadi menarik dan dapat membuat pengunjung tertarik untuk datang mengunjunginya. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan pariwisata menurut Yoeti (2008), antara lain yaitu:
1. Wisatawan Karakteristik wisatawan harus diketahui, dari mana mereka datang, usia, hobi, status sosial, mata pencaharian, dan pada musim apa mereka melakukan perjalanan. Kunjungnan wisata sendiri dipengaruhi oleh beberapa motif wisata, seperti motif fisik, budaya, interpersonal, dan motif prestise.
2. Transportasi Transportasi merupakan salah satu faktor untuk kemudahan bergerak mulai satu tempat menuju tempat lainnya. Unsur-unsur yang mempengaruhi pergerakan tersebut adalah konektifitas antar daerah, tidak ada penghalang, serta tersedianya sarana angkutan. Transportasi wisata harus menyediakan fasilitas-fasilitas yang dapat memberikan kenyamanan kepada wisatawan.
3. Atraksi/ Obyek Wisata Atraksi wisata merupakan daya tarik yang membuat wisatawan datang berkunjung. Atraksi wisata tersebut antara lain fasilitas olahraga, tempat hiburan, museum dan peninggalan sejarah, dan sebagainya.
4. Fasilitas Pelayanan Fasilitas yang mendukung keberadaan suatu obyek wisata adalah ketersediaan akomodasi (hotel), restoran, prasarana perhubungan, fasilitas telekomunikasi, perbankan, petugas penerangan, dan jaminan keselamatan.
Selain syarat fasilitas dan pelayanan fasilitas, hotel akan berfungsi dengan baik sebagai komponen pariwisata jika memenuhi persyaratan lokasi. Persyaratan lokasi menuntut lingkungan yang dapat mendukung citra hotel, demikian juga dengan syarat aksesibilitas yang menuntut hotel harus mudah ditemukan dan mudah dicapai.
5. Informasi dan Promosi Agar pemasaran pariwisata dapat menarik banyak wisatawan, maka diperlukan publikasi atau promosi, kapan iklan dipasang, kemana leaflets/ brosur disebarkan sehingga calon wisatawan mengetahui tiap paket wisata dan wisatawan cepat mengambil keputusan.
Potensi Pariwisata
Potensi wisata adalah suatu obyek wisata yang memiliki daya tarik dan dapat dikembangkan untuk menarik datangnya wisatawan (Sendi, 2020). Potensi pariwisata merujuk pada segala hal yang dimiliki oleh suatu daerah tujuan wisata yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan sektor pariwisata (Roedjinandari & Supriadi, 2016).
Sementara itu, dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 dijelaskan bahwa pariwisata merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pembangunan nasional, yang dilaksanakan secara menyeluruh, terencana, terpadu, berkesinambungan, dan bertanggung jawab, serta tetap memperhatikan perlindungan terhadap nilai-nilai agama, budaya lokal, kelestarian lingkungan, dan kepentingan nasional.
Menurut Maryani, Lombard, dan Poerda (2019), pengembangan pariwisata melibatkan peningkatan berbagai elemen yang berhubungan dengan sektor tersebut, dengan tujuan menarik lebih banyak wisatawan, memperpanjang lama kunjungan mereka, mendorong pengeluaran yang lebih besar, serta memastikan kepuasan wisatawan secara maksimal, sambil tetap menjaga kelestarian lingkungan di daerah tujuan wisata.
Hal ini menjadi krusial karena setiap perencanaan memerlukan tindak lanjut, baik dalam bentuk pembangunan fisik maupun penanganan aspek sosial dan ekonomi. Selain itu, dalam proses perencanaan, sering kali dibutuhkan satuan ukuran tertentu sebagai acuan.
Menurut Zanah (2019) menyatakan bahwa potensi wisata terbagi menjadi tiga bagian, antara lain yaitu:
1. Potensi Wisata Alam Adanya keberagaman disumber daya alam yang menarik dan dapat dikembangkan dan dimanfaatkan seperti berbagai macam flora fauna, pantai, hutan, pegunungan.
2. Potensi Wisata Kebudayaan Hasil dari sumber daya manusia yang menghasilkan cipta, rasa, dan karsa yaitu seperti adat istiadat, kesenian, kerajinan tanggal, peninggalan cagar budaya dan lain – lain.
3. Potensi Wisata Buatan Manusia Potensi ini berasal dari ide/pemikiran manusia sebagai makhluk hidup yang sudah menjadi tradisi atau kebiasaan turun menurun seperti pentas seni, tari atau pertunjukan seni oleh masyarakat lokal.
Wisatawan
Wisatawan merupakan individu atau kelompok yang melakukan perjalanan wisata untuk maskus beristirahat, berbisnis, berobat atau melakukan kunjungan keagamaan dan untuk perjalanan studi (Sugiama, 2011).
Menurut Arjana (2016) wisatawan (tourism) adalah orang yang sedang melakukan perjalanan paling sedikit 24 jam untuk menikmati perjalanan dan mencari kepuasan serta tidak mencari nafkah atau pekerjaan di daerah tujuan wisata.
Menurut Kustini (2015) wisatawan memiliki arti seseorang atau kelompok yang mengunjungi suatu tempat dengan sifat sementara waktu atau tidak permanen. Wisatawan adalah setiap orang ang berpergian dari tempat tinggalnya untuk berkunjung ke tempat yang lain dengan menikmati perjalanan dari kunjungan itu (Muharto, 2020).
Berdasarkan beberapa definisi diatas, dapat ditarik kesimpulan jika wisatawan adalah seseorang yang melakukan perjalanan ke suatu tempat dengan tujuan untuk berekreasi.
C. METODE
Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Pendekatan studi kasus menurut Sugiyono (2018) merupakan desain penelitian dimana peneliti dapat mengembangkan analisis secara mendalam terhadap suatu kasus, yang sering berupa program, acara, kegiatan, proses, atau satu atau beberapa individu.
Sementara itu, penelitian kualitatif adalah penelitian yang menyajikan bentuk gambar dan kalimat. Data yang akan didapatkan dari hasil penelitian kualitatif melalui observasi, wawancara dan dokumentasi dari lokasi penelitian.
Menurut Sugiyono, menjelaskan bahwa: “Metode penelitian kualitatif digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi, analisis data bersifat induktif dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi”. (Sugiyono, 2018) Informan yang digunakan pada penelitian ini adalah pemandu wisata, pelaku usaha dan pengunjung dari Taman Wisata Wendit.
Penentuan informan dalam hal ini menggunakan teknik Purposive Sampling, menurut Sugiyono (2018) Purposive Sampling merupakan teknik pengambilan sampel sumber data beserta pertimbangan tertentu.
Pertimbangan yang dimaksud menyangkut seseorang yang benar mengetahui suatu hal atau masalah tertentu yang dapat diperoleh dari informan secara jelas, akurat dan dapat dipercaya baik melalui pertanyaanpertanyaan, informasi, maupun data-data yang dapat membantu memudahkan peneliti dalam melakukan penelitian.
Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk memastikan data atau informasi tersebut akurat dan valid, peneliti menggunakan pengujian kredibilitas dengan menggunakan teknik triangulasi.
Triangulasi dalam pengujian kredibilitas adalah pencetakan dari berbagai sumber dengan berbagai cara dan berbagai waktu (Sugiyono, 2018). Dalam memberikan jawaban atas permasalahan yang menjadi fokus penelitian, analisis data menggunakan model alur yang dikemukakan oleh Miles & Huberman (2014) seperti: Reduksi Data, Penyajian Data dan Pernarikan Kesimpulan atau Verifikasi.
D. PENJELASAN
Pengembangan Potensi Pariwisata di Taman Wisata Wendit Kabupaten Malang
Pengembangan sektor pariwisata yang dilakukan dalam upaya meningkatkan daya tarik wisata sehingga Taman Wisata Wendit Kabupaten Malang dapat bersaing dengan tempat pariwisata lainnya dijelaskan oleh informan dari pengelola Taman Wisata Wendit sebagaimana kutipan berikut ini:
“Taman Wisata Wendit memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata unggulan di Kabupaten Malang karena keunikannya, seperti kolam alami, pemandian air, dan keberadaan monyet yang menjadi daya tarik tersendiri. Lokasinya yang strategis juga menjadi nilai tambah untuk menjangkau wisatawan.
Saat ini, pihak pengelola telah melakukan pembenahan serius melalui perbaikan fasilitas, penambahan wahana bermain, promosi lewat media sosial, serta mengadakan kegiatan budaya dan hiburan secara rutin untuk menarik pengunjung".
"Namun, tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan anggaran pengelolaan, rendahnya kesadaran pengunjung terhadap kebersihan, dan persaingan dengan destinasi wisata lainnya.
Peran aktif masyarakat sangat penting dalam mendukung kemajuan taman wisata ini, sementara pengelola juga dituntut untuk terus memperbaiki manajemen promosi dan pembaruan fasilitas secara berkala. Saat ini, pengelola tengah menjalin kerja sama dengan Dinas Pariwisata Malang serta beberapa perusahaan swasta sebagai sponsor dalam pelaksanaan berbagai event”.
Berdasarkan informasi diatas dapat diketahui jika saat ini Taman Wisata Wendit memiliki potensi alam yang unik dan dukungan dari masyarakat serta pihak terkait, Taman Wisata Wendit memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi destinasi wisata unggulan dengan pengelolaan, promosi, dan fasilitas terus ditingkatkan secara berkala.
Selanjutnya dilakukan wawancara dengan pelaku usaha di lokasi wisata Taman Wisata Wendit didapatkan kutipan berikut ini:
“Saya melihat potensi besar di Taman Wisata Wendit. Selain disini memiliki banyak keindahan, udara sejuk juga masih terasa dengan banyaknya pohon yang rindang sehingga pengunjung merasa lebih nyaman datang. Sebagai pelaku usaha saya berharap potensi pelayanan yang ditingkatkan oleh management dan menjalin kerjasama dengan komunitas lokal sehingga menarik pengunjung".
"Tantangan utama dari Taman Wisata Wendit ya mungkin destinasi wisata lainnya, contohnya yang ada di Kota Batu saat ini. Masyarakat sekitar telah banyak mendukung karena beberapa dari mereka terlibat langsung di Taman Wisata Wendit. Beberapa aspek yang perlu dikembangkan adalah fasilitas hiburan agar pengunjung tidak bosan”.
Berdasarkan informasi diatas dapat diketahui jika Taman Wisata Wendit memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata karena keindahan alam dan kenyamanan lingkungannya yang sejuk dan rindang. Dukungan masyarakat sekitar juga menjadi kekuatan tersendiri karena keterlibatan mereka secara langsung.
Namun, pengelolaan masih perlu ditingkatkan, khususnya dalam pelayanan dan fasilitas hiburan, agar mampu bersaing dengan destinasi lain seperti yang ada di Kota Batu. Kerja sama dengan komunitas lokal juga dinilai penting untuk menarik lebih banyak pengunjung.
Peneliti juga melakukan wawancara dengan masyarakat sekitar Taman 8 Wisata Wendit untuk mendapatkan informasi lebih dan didapatkan kutipan berikut ini:
"Kalau menuut kami disini sebagai warga, Taman Wisata Wendit ini masih menjadi salah satu destinasi wisata legendaris yang ada di Malang. Tempatnya asri, banyak pohon-pohon besar dan udara masih sejuk. Pengunjung rata-rata betah jarena suasana yang nyaman. Berhadapnya pengelola bisa terus meningkatkan pelayanan sehingga lebih rame dan berdatangan wisatawan".
"Tantangan yang dihadapi mungkin semakin banyak tempat wisata baru yang hits di sosial media, jadi membuat Taman Wisata Wendit harus berupaya memaksimalkan sosial media dengan baik. Alhamdulillah warga disini banyak yang dilibatkan untuk bisa kerja di Taman Wisata Wendit. Beberapa fasilitas mungkin harus dibenahi, diperbarui terus hiburannya yang dapat menarik pengunjung untuk datang setiap saat".
Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh warga sekitar, dapat diketahui Taman Wisata Wendit masih dianggap sebagai destinasi wisata legendaris dan favorit oleh warga setempat karena suasananya yang asri dan nyaman.
Meski menghadapi tantangan dari munculnya tempat wisata baru yang lebih populer di media sosial, Taman Wisata Wendit tetap memiliki potensi besar jika pengelola dapat meningkatkan pelayanan, memaksimalkan promosi di media sosial, dan memperbarui fasilitas serta hiburan.
Keterlibatan warga sekitar dalam pengelolaan juga menjadi nilai positif yang mendukung keberlangsungan wisata ini. Informan terakhir pada penelitian ini adalah wisatawan Taman Wisata Wendit dan didapatkan kutipan berikut ini:
"Saya beberapa kali datang kesini bersama keluarga, melihat potensi yang masih besar dari Taman Wisata Wendit untuk terus berkembang meskipun ditengah persaingan wisata yang cukup ketat. Taman Wisata Wendit unik dengan suasana sejuk. Beberapa pembenahan sepertinya sudah dilakukan pada fasilitas dan beberapa area bermain anak".
"Mungkin saya sebagai masyarakat dan pengunjung dari Taman Wisata Wendit memiliki peran aktif untuk mendukung keberlangsungan dari destinasi wisata ini. Kedepannya saya berharap Dinas Pariwisata Malang melirik semua tempat wisata untuk menjalin kerjasama sehingga Kota Malang mempunyai banyak alternatif wisata bagi masyarakat atau wisatawan mancanegara".
Berdasarkan informasi diatas dapat diketahui jika terhadap potensi dan keunikan Taman Wisata Wendit yang tetap berkembang di tengah persaingan pariwisata. Ia mengakui adanya perbaikan fasilitas dan merasa sebagai masyarakat memiliki tanggung jawab untuk mendukung keberlangsungan destinasi ini.
Penulis juga berharap adanya dukungan dari Dinas Pariwisata Malang dalam bentuk kerja sama dengan berbagai tempat wisata agar Kota Malang memiliki lebih banyak pilihan destinasi bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.
Analisis Hasil Penelitian Potensi Wisata Alam
Pengembangan daya tarik wisata alam saat ini memang cukup terkendala karena berbagai hal, namun dapat dipercaya trend yang ada, wisatawan akan lebih berminat untuk menikmati wisata alam dalam tujuan sebagai healing dan wellness.
Berdasarkan hasil wawancara dengan berbagai informan penelitian, menunjukkan bahwa Taman Wisata Wendit merupakan lokasi yang cocok dikarenakan memiliki potensi alam yang kuat. Keberadaan kolam alami, pepohonan yang rindang membuat udara semakin sejuk, lingkungan yang asri dan fasilitas yang terjaga dengan baik.
Daya tarik lain yang diberikan oleh Taman Wisata Wendit kepada pengunjung adalah kehadiran monyet yang tidak dimiliki oleh semua destinasi wisata di Kota Malang, sehingga menjadi nilai jual Taman Wisata Wendit sebagai wisata legendaris di Kota Malang.
Menurut Zanah (2019) potensi wisata adalah segala hal yang didapat dalam kunjungan ke suatu daerah yang sedang dalam tahap pengembangan untuk menjadi sebuah daya tarik wisata, dengan potensi yang dikembangkan dapat dibagi menjadi tiga yaitu:
1. Potensi Wisata Alam Potensi wisata alam di Taman Wisata Wendit adalah keberadaan dari sumber air wendit, keanekaragaman hayati, lingkungan yang asri dan kontur alam yang mendukung wisatawan untuk berlibur.
2. Potensi Wisata Budaya Potensi wisata budaya di Taman Wisata Wendit adalah adanya tradisi upacara adat Wendit yang dilakukan menjelang bulan ramadhan atau lebaran, monyetmonyet yang dianggap sebagai penjaga lokasi wisata, sejarah lokal, pagelaran seni dan budaya yang dipertunjukan dan warisan kearifan lokal.
3. Potensi Wisata Buatan Manusia Potensi wisata buatan manusia di Taman Wisata Wendit adalah area pasar wisata, area plaza, area theater, area kantin, area perahu, area bermain, area waterboom, area kolam spa dan area kolam anak.
Upaya Pengelolaan dan Pengembangan
Pengelolaan dan pengembangan pariwisata adalah proses berkelanjutan yang melibatkan perencanaan, implementasi, dan evaluasi kegiatan untuk meningkatkan daya tarik dan kualitas destinasi wisata, serta memaksimalkan manfaatnya bagi masyarakat lokal dan perekonomian.
Pengelolaan Taman Wisata Wendit menunjukkan komitmen dalam pengembangan fasilitas dan promosi, yaitu:
1. Pembenahan Sarana dan Prasarana Pembenahan sarana dan prasarana merupakan salah satu aspek penting dalam upaya pengelolaan dan pengembangan Taman Wisata Wendit. Taman wisata ini, yang terletak di Kabupaten Malang, Jawa Timur, memiliki potensi wisata alam dan buatan yang cukup besar.
Agar potensi tersebut dapat dioptimalkan dan memberikan manfaat maksimal baik dari segi ekonomi maupun sosial budaya, diperlukan pembenahan menyeluruh terhadap sarana dan prasarana yang ada. Pembenahan sarana meliputi perbaikan kolam renang dan pemandian alam, peningkatan fasilitas rekreasi dan layanan pengunjung. Sedangkan pembenahan prasarana meliputi peningkatan akses jalan, lahan parkir, pengelolaan sampah atau drainase dan keamanan area Taman Wisata Wendit.
2. Penambahan Wahana Permainan Penambahan wahana bermain di Taman Wisata Wendit merupakan salah satu strategi dalam upaya pengelolaan dan pengembangan kawasan wisata tersebut. Dampak penambahan wahana bermain terhadap pengelolaan dan pengembangan Taman Wisata Wendit adalah meningkatkan daya tarik wisata, diversifikasi atraksi wisata, peningkatan pendapatan, penciptaan lapangan kerja dan penguatan branding dan promosi.
3. Pelaksanaan Event Budaya Pelaksanaan event budaya dalam upaya pengelolaan dan pengembangan Taman Wisata Wendit memiliki peran penting sebagai strategi untuk meningkatkan daya tarik wisata, memperkuat identitas lokal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. Pelaksanaan event tersebut dapat melestarikan warisan budaya lokal, meningkatkan kunjungan wisatawan dan menumbuhkan kebanggan masyarakat lokal.
4. Menjalin kerjasama dengan Dinas Pariwisata Menjalin kerja sama dengan Dinas Pariwisata dalam upaya pengelolaan dan pengembangan Taman Wisata Wendit merupakan langkah strategis yang dapat memberikan dampak positif terhadap daya tarik, keberlanjutan, dan peningkatan nilai ekonomi kawasan wisata.
Sedangkan tantangan yang dihadapi oleh Taman Wisata Wendit, yaitu:
1. Keterbatasan anggaran Tantangan keterbatasan anggaran dalam upaya pengelolaan dan pengembangan Taman Wisata Wendit merupakan isu strategis yang berdampak langsung pada efektivitas operasional dan kualitas layanan wisata.
2. Rendahnya kesadaran pengunjung terhadap kebersihan Rendahnya kesadaran pengunjung akan kebersihan merupakan tantangan besar dalam upaya pengelolaan dan pengembangan Taman Wisata Wendit mulai dari pencemaran lingkungan, beban operasional bertambah, kerusakan ekosistem lokal, menurun kualitas pengalaman wisata.
3. Tingginya persaingan destinasi wisata Wilayah Malang dan sekitarnya memiliki banyak destinasi wisata populer seperti yang ada di Kota Batu dengan menawarkan konsep wisata terpadu, edukatif, dan hiburan modern sedangkan Taman Wisata Wendit, yang lebih menonjolkan unsur alam dan tradisional, menghadapi kesulitan untuk bersaing dari segi inovasi atraksi dan pengalaman pengunjung.
Partisipasi Masyarakat Lokal
Warga sekitar menunjukkan kebanggaan dan rasa memiliki terhadap Taman Wisata Wendit. Mereka merasa dilibatkan dan berharap pelayanan serta fasilitas bisa terus diperbaiki. Masyarakat juga menyadari pentingnya promosi digital sebagai alat bersaing dengan destinasi baru yang viral di media sosial.
Sudut Pandang Wisatawan
Wisatawan mengapresiasi keunikan dan kenyamanan yang ditawarkan Wendit, namun juga memiliki harapan bahwa pengelolaan yang lebih profesional dan dukungan pemerintah akan meningkatkan kualitas destinasi ini. Mereka merasa memiliki tanggung jawab dalam mendukung kelangsungan wisata dan ingin lebih banyak kerja sama yang dilakukan dengan Dinas Pariwisata Kota Malang.
E. KESIMPULAN
Berdasarkan penelitian yang dilakukan dengan judul “Analisis Pengembangan Potensi Pariwisata Pada Taman Wisata Wendit Kabupaten Malang”. Maka dapat ditarik kesimpulan Taman Wisata Wendit di Malang memiliki potensi pariwisata yang besar baik dari segi alam, budaya, maupun buatan manusia.
Upaya pengembangan telah dilakukan melalui pembenahan saranaprasarana, penambahan wahana, penyelenggaraan event budaya, serta kerja sama dengan Dinas Pariwisata. Partisipasi aktif masyarakat lokal dan wisatawan menunjukkan bahwa terdapat dukungan sosial yang kuat untuk pengembangan Taman Wisata Wendit.
Oleh karena itu, dengan pengelolaan yang lebih profesional, promosi digital yang intensif, dan sinergi antara pengelola, pemerintah, dan masyarakat dapat dikembangkan optimal dan berkelanjutan.
DAFTAR PUSTAKA
A.J., Muljadi. (2012). Kepariwisataan dan Perjalanan, Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.
Arjana, Gusti Bagus. (2016). Geografi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Jakarta: PT Raja Grafindo.
Kustini, H. (2015). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Jumlah Wisatawan di Obyek Wisata Ndayu Park Kabupaten Sragen. Hotellier Journal Politeknik Indonusa Surakarta, 1(2), 22–28.
Maryani, N., Lombard, L., Poerba, Y. S., Subandiyah, S., Crous, P. W., & Kema, G. H. J. (2019). Phylogeny and genetic diversity of the banana Fusarium wilt pathogen Fusarium oxysporum f. sp. cubense in the Indonesian centre of origin. Studies in Mycology, 92(1), 155–194.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. 3rd. Thousand Oaks, CA: Sage. Mills, G. E. (2000). Action Research: A Guide For Teacher Researcher. London: Printice-Hall International (UK) Limited.
Muharto. (2020). Pariwisata Berkelanjutan: Kombinasi Strategi dan Paradigma Pembangunan Berkelanjutan. Yogyakarta: Deepublish.
Paturusi, Samsul A. (2001). Perencanaan Tata Ruang Kawasan Pariwisata, Materi Kuliah Perencanaan Kawasan Pariwisata. Program Pasca Sarjana Universitas Udayana Denpasar, Bali.
Prayogo, Rangga Restu. (2018). Perkembangan Pariwisata Dalam Perspektif Pemasaran. PT. Lontar Digital Asia: Bitread Publishing.
Repiblik Indonesia. (2009). Undang-Undang No.10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan. Lembaran Negara RI Tahun 2009, No. 10. Sekretariat Negara. Jakarta.
Roedjinandari, N., & Supriadi, B. (2016). Studi Atribut Hijau Sebuah Akomodasi Bagi Kebutuhan wisatawan.
Rosita. (2016). Pengaruh Fasilitas Wisata dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pengunjung Di Taman Margasatwa Ragunan Jakarta. Jurnal Manajemen Resort dan Leisure. Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial. Universitas Pendidikan Indonesia.
Sugiama, A Gima. (2011). Ecotourism : Pengembangan Pariwisata Berbasis Konservasi Alam. Bandung : Guardaya Intimarta.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. Bandung : Alfabeta.
Wardiyanto & Baiquni. (2015). Perencanaan Pengembangan Pariwisata. Lubuk Agung.
Yoeti, Oka A, (2008). Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata. Pradnya Paramita: Jakarta.
Zanah, M. (2019). Analisis Sektor Pariwisata Dalam Upaya Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Dan Kesempatan Kerja (Studi Kasus Obyek Wisata Koptan Ori Green Sendang Tulungagung).
Editor : A. Nugroho