Ada banyak pengaruh Bahasa Arab dalam bahasa keseharian warga Malang Raya. Salah satunya yakni istilah halabo. Itu merupakan ungkapan ketidakpedulian yang berasal dari Bahasa Arab pasar.
Kata halabo sendiri memiliki arti tidak urus atau tidak peduli dengan keadaan orang lain. Dalam Bahasa Arab standar, kata tidak peduli disebut 'laa ubaali'. ”Mungkin ada penyesuaian pengucapan dengan lidah warga sekitar makanya ada perubahan,” kata Dosen Sejarah Universitas Negeri Malang (UM) Dwi Cahyono.
Menurut dia, kata tersebut masuk dalam salah satu daftar kata serapan Arab yang masuk kategori Kalam Jama'ah. Yang, mulai populer antara 1970 sampai 1980-an. Istilah itu juga menyebar dari kawasan perkampungan Arab seperti di Embong Arab, Tongan, dan sekitarnya.
Dalam hal penggunaan, kata halabo menurut Dwi lebih banyak digunakan anak-anak muda pada masa itu. ”Terutama untuk mereka yang enggan dibuat repot atau ribet oleh sekitarnya,” tandas dia. (biy/by)
Editor : A. Nugroho