GRESIK – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP jalur prestasi akademik di wilayah Gresik sejauh ini relatif ”sepi” peminat. Indikasinya, pagu yang tersedia di mayoritas SMP negeri untuk jalur ini belum sepenuhnya terisi.
Dari data laman resmi SPMB Gresik hingga kemarin (29/6) sore, baru satu dari 34 sekolah negeri yang jumlah pendaftarnya melebihi pagu. Yakni SMPN 1 Gresik (17 siswa). Sedangkan SMPN 3, yang biasanya juga penuh, hingga berita ini ditulis masih menyisakan satu bangku dari total 15 kapasitas.
Sekretaris Dinas Pendidikan Gresik Herawan Eka Kusuma mengatakan, pada verifikasi piagam akademik lalu ada 58 siswa yang mendaftar. Sedangkan total pagu yang tersedia di semua SMP negeri se-Gresik mencapai 391 kursi.
”Kalau prestasi nonakademik sebelumnya, yang melakukan verifikasi piagam ada 900. Sehingga banyak (pagu di sekolah-sekolah, Red) yang terpenuhi," imbuhnya.
Sebenarnya, kata Herawan, para siswa bisa mendaftar jalur prestasi ini dengan nilai rapor. Hal itu sesuai petunjuk teknis (juknis) di mana penilaiannya menggabungkan antara piagam dengan nilai rapor.
Saat ini, imbuh Herawan, tahapan SPMB tinggal menyisakan tes potensi akademik (TPA) yang berlangsung Rabu (2/7). Jalur tes ini memiliki pagu 20 persen dari total pagu di masing-masing sekolah.
Terpisah, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Jawa Timur Agus Muttaqin menyoroti website yang digunakan Dispendik Gresik. Sebab, aksesnya tidak sepenuhnya terbuka.
Pihaknya mengimbau masyarakat agar mengirimkan laporan ke Ombudsman RI. Bahkan, posko SPMB seluruh jenjang pendidikan telah dibuka. ”Biasanya wali murid lapor setelah tahapan selesai. Sampai sekarang belum ada laporan," ujarnya.
Laporan itu dapat dilakukan melalui datang langsung ke kantor Ombudsman Jatim, Instagram @ombudsman.jatim, atau WhatsApp 08111263737. ”SPMB harus dilakukan secara transparan dan akuntabilitas. Tidak boleh jika tertutup," pungkasnya. (son/ris/adn)
Editor : A. Nugroho