MALANG KOTA – Operasional sekolah rakyat di Politeknik Kota Malang (Poltekom) resmi dimulai hari ini. Sebanyak 100 siswa jenjang SMP akan mengikuti tes kesehatan sebagai tahap awal, kemudian langsung menempati asrama atau menjalani sistem boarding school.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menjelaskan, Poltekom menjadi salah satu lokasi yang siap menyelenggarakan sekolah rakyat tahap pertama, baik dari segi infrastruktur maupun tenaga pendukung.
”Setelah menandatangani kerja sama dengan Kementerian Sosial, besok (Senin) pembelajaran langsung dimulai. Sebelum itu, para siswa harus menjalani tes kesehatan,” ujar Wahyu.
Dia menambahkan, siswa tidak perlu membawa banyak barang, cukup baju ganti untuk tidur dan aktivitas di luar sekolah. Seragam sekolah nantinya akan diserahkan saat pelaksanaan tes kesehatan.
”Nanti saya akan cek lagi kualitas seragam dan sarana pendukung lainnya. Meski seluruh fasilitas disiapkan oleh Kementerian Sosial, siswa yang ikut sekolah rakyat ini merupakan warga Kota Malang dari jenjang SMP,” jelasnya.
Kepala Dinas Sosial-P3AP2KB Kota Malang Donny Sandito menambahkan, hari ini juga dilakukan penanganan tenaga pendidik. Seluruh guru dipilih langsung oleh Kementerian Sosial, ada yang diusulkan Pemkot Malang dan ada yang mendaftar sendiri.
”Kepala sekolah di Poltekom adalah guru SMA Taruna Nala yang ditunjuk Kementerian Sosial,” kata Donny.
Selain guru, Kementerian Sosial juga merekrut tenaga pendukung, seperti satpam, tata usaha, bendahara, juru masak, serta wali asuh dan wali asrama. Seluruh tenaga pendukung ini sebelumnya berstatus ASN.
Donny juga menyebutkan, selain Poltekkom, satu sekolah rakyat lainnya beroperasi di Kantor BPSDM Provinsi Jawa Timur, Jalan Kawi, khusus untuk jenjang SMA dengan total 75 siswa tahap pertama. (adk/adn)
Editor : A. Nugroho