Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pagu Empat SD Negeri di Lowokwaru Belum Terpenuhi

Bayu Mulya Putra • Rabu, 16 Juli 2025 | 17:49 WIB

 

SEDIKIT SISWA BARU: Sejumlah pelajar di SD Negeri Jatimulyo 4 menyempatkan diri bermain setelah pulang sekolah, kemarin siang (15/7). Sekolah itu masih membuka pendaftaran siswa baru lewat jalur offli
SEDIKIT SISWA BARU: Sejumlah pelajar di SD Negeri Jatimulyo 4 menyempatkan diri bermain setelah pulang sekolah, kemarin siang (15/7). Sekolah itu masih membuka pendaftaran siswa baru lewat jalur offli

MALANG KOTA – Problem tidak terpenuhinya pagu di sejumlah SD negeri masih terjadi. Salah satu contohnya di Kecamatan Lowokwaru. Sedikitnya ada empat SD negeri di sana yang memiliki siswa baru kurang dari 10 anak.Problem tidak terpenuhinya pagu di sejumlah SD negeri masih terjadi. Salah satu contohnya di Kecamatan Lowokwaru. Sedikitnya ada empat SD negeri di sana yang memiliki siswa baru kurang dari 10 anak.

SD Negeri Tulusrejo 4 hanya mendapat dua siswa baru. Sementara SD Negeri Tulusrejo 1 mendapat enam siswa. Lalu SD Negeri Jatimulyo 4 memiliki 7 siswa baru, dan SD Negeri Jatimulyo 5. Rizky Revaldo, bidang kesiswaan SDN Tulusrejo 4 mengatakan, tahun ini pihaknya hanya mendapat satu siswa dari jalur zonasi.

Sementara satu siswa lainnya dari jalur offline. ”Padahal tahun lalu di atas 10 siswa. Kalau tahun-tahun sebelumnya berkisar antara 11 sampai 18 siswa,” kata dia, kemarin (15/7). Menurut Rizky, penyebab kekurangan siswa disebabkan berbagai macam faktor. Salah satunya kompleks sekolah yang berdekatan.

Untuk diketahui, SDN Tulusrejo 4 berdekatan dengan SDN Tulusrejo 1 yang radiusnya hanya 220 meter. ”Sementara berdasar data dari RW setempat, memang kawasan sekolah kami sekitar 80 persen ditinggali oleh warga lanjut usia atau minim anak-anak,” terangnya.

Pihaknya tidak tinggal diam. Ada berbagai prestasi yang rutin ditampilkan untuk menarik minat masyarakat seperti siswa yang pernah mendapat Juara 1 Tingkat Internasional Olahraga Hockey di dua negara. Selain itu juga jemput bola ke lembaga pendidikan jenjang di bawahnya hingga sosialisasi kepada orang tua.

Namun, pagu tahun ajaran baru 2025 belum bisa terpenuhi. Rizky menyebut, semula orang tua dari dua siswa yang diterima merasa kebingungan dengan kondisi yang ada. Namun pihak sekolah berusaha memberi penjelasan. ”Mereka pun bisa menerima dengan baik. Malahan mereka merasa pembelajaran akan lebih mudah masuk dan jelas seperti privat,” imbuhnya.

Pembelajaran pun tetap berlangsung seperti biasa. Sekolah akan melakukan variasi media dan metode ajar agar siswa senang. Kemudian juga ada kegiatan outing class. SDN Tulusrejo 4 juga masih menerima siswa yang ingin mendaftar ke sana sampai pagu terpenuhi.

Selain SDN Tulusrejo 4, ada pula SDN Jatimulyo 4. Kepala SDN Jatimulyo 4 Zunif Setyorini mengatakan, tahun ini jumlah siswa yang diterima di tempatnya masih belum terpenuhi. ”Namun sudah ada peningkatan dari yang sebelumnya pindah semua menjadi 7 siswa,” ungkapnya.

Sama halnya dengan SDN Tulusrejo 4, pihaknya juga sudah berupaya untuk menarik minat masyarakat. Misalnya dengan jemput bola melalui ibu-ibu PKK. Namun kondisi lingkungan yang didominasi kos-kosan membuat mereka belum bisa memenuhi pagu.

Selain itu, di sekitar SDN Jatimulyo 4, ada banyak sekolah seperti SDN Jatimulyo 1 dan SDN Jatimulyo 5. Dari lima kompleks SDN Jatimulyo, yang siswanya kurang dari 10 hanya SDN Jatimulyo 1 dan SDN Jatimulyo 5. ”Kami juga tetap berupaya meningkatkan fasilitas,” tambah Zunif. Pihaknya juga masih menerima siswa secara offline bagi masyarakat yang membutuhkan. (mel/by)

 

Editor : A. Nugroho
#sd negeri #tidak terpenuhi #pagu #lowokwaru malang