MALANG – Guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gaya hidup sehat dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya menggelar kegiatan edukasi dan pelatihan bertajuk “Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan Pengolahan Minyak Jelantah Menjadi Sabun Padat”. Kegiatan yang dilaksanakan (16/7) di Balai Desa Ardimulyo, Kecamatan Singosari diikuti oleh 40 ibu-ibu PKK perwakilan dari Dusun Sempol, Song-song, Karangjati, dan Randugembolo.
Pelatihan ini merupakan bagian dari Program Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya yang dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Anindita Purnama Ningtyas, S.H., M.H. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gaya hidup sehat dan pengelolaan limbah rumah tangga yang berkelanjutan.
Wakil Ketua Pengurus PKK Desa Ardimulyo S. Tjoeplik Marijati, mengungkapkan rasa syukur atas antusiasme peserta. Ia menekankan pentingnya peran ibu-ibu dalam menjaga kesehatan keluarga melalui pemanfaatan tanaman obat serta pembiasaan perilaku ramah lingkungan di rumah tangga. Sementara itu Bapak Rohman, perangkat desa mewakili Pemerintah Desa Ardimulyo juga menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini dinilai sejalan dengan upaya pemberdayaan masyarakat desa. Ia berharap materi yang diperoleh dalam pelatihan dapat diteruskan dan diterapkan di lingkungan masing-masing dusun. Dan Frisky Ihza G. G, Ketua Mahasiswa MMD Universitas Brawijaya Kelompok 17, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembangunan desa melalui kolaborasi dan pengabdian. Sambutan terakhir disampaikan oleh Paulina Ranjita Gita Saputri, Ketua Pelaksana Sosialisasi, yang menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung jalannya kegiatan serta menjelaskan bahwa pelatihan terbagi dalam dua sesi utama yang bersifat edukatif dan aplikatif tutup Paulina ketua pelaksana Sosialisasi.
Sosialisasi di laksanakan pada beberapa sesi, sesi pertama Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan dipandu oleh Ellen Icha Lenista, Mahasiswi Fakultas Pertanian, Jurusan Agroekoteknologi. Peserta mendapatkan materi mengenai jenis-jenis tanaman obat seperti jahe, kunyit, dan daun mint, serta manfaatnya dalam mendukung kesehatan keluarga. Peserta juga dibekali teknik budidaya sederhana yang dapat diterapkan di pekarangan rumah. Kegiatan dilanjutkan dengan praktik penanaman TOGA oleh perwakilan masing-masing dusun menggunakan polybag, yang sebagian hasilnya ditanam di taman Balai Desa.
Sesi ini mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dengan mendorong pemanfaatan tanaman obat sebagai pengobatan alami sebagai pendekatan preventif terhadap penyakit, serta SDGs poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui optimalisasi sumber daya lokal. Selain itu, sesi ini sejalan dengan Rencana Aksi Bangun Desa, Bangun Indonesia poin 2, yaitu peningkatan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat desa.
Sesi kedua bertema Pengolahan Minyak Jelantah Menjadi Sabun Padat dan dipandu oleh Paulina Ranjita Gita Saputri, mahasiswi Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Kimia. Peserta diberikan pemahaman mengenai dampak negatif pembuangan minyak bekas terhadap lingkungan, serta diperkenalkan pada metode pengolahan minyak jelantah menjadi sabun padat yang aman dan mudah diterapkan di rumah. Proses ini tidak hanya memberi nilai tambah terhadap limbah rumah tangga, tetapi juga membuka peluang usaha kreatif dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Sesi ini mendukung SDGs poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan menekankan pentingnya pengelolaan limbah secara bijak, serta relevan dengan Rencana Aksi Bangun Desa, Bangun Indonesia poin 11, yaitu pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan yang berkelanjutan.
Setelah seluruh materi disampaikan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab (QnA).
Dalam sesi ini, para peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan, berbagi pengalaman, serta mendiskusikan tantangan yang mungkin dihadapi saat menerapkan praktik yang telah dipelajari. Sesi ini berlangsung aktif dan interaktif, mencerminkan tingginya minat serta semangat peserta dalam mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang baru diperoleh.
Sebagai penutup, kegiatan dilanjutkan dengan sesi evaluasi melalui lembar evaluasi tertulis yang diisi oleh seluruh peserta. Evaluasi ini bertujuan untuk mengukur pemahaman, kesan, serta potensi implementasi dari materi yang telah diberikan.
Berdasarkan hasil lembar evaluasi, kegiatan dinilai sangat bermanfaat dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Ibu Aziza, Ibu Kepala Dusun Sempol, menyampaikan bahwa pelatihan ini mengubah pola pikir warga terhadap pemanfaatan pekarangan dan limbah rumah tangga. “Penanaman TOGA mengajak ibu-ibu rumah tangga untuk memanfaatkan pekarangan rumah agar lebih produktif. Pengolahan minyak jelantah menjadi sabun juga membuka wawasan bahwa limbah pun bisa berguna,” ujarnya. Hal serupa juga disampaikan oleh Ibu Kiki dari Dusun Randugembolo yang berharap kegiatan semacam ini terus dilanjutkan. “Lanjutkan terus kegiatan seperti ini agar masyarakat di setiap dusun mudah memahami dan dapat mempraktikkannya secara mandiri,” tuturnya.
Melalui pelatihan ini, Mahasiswi MMD Universitas Brawijaya bersama masyarakat Desa Ardimulyo menunjukkan kolaborasi aktif dalam mewujudkan desa yang sehat, produktif, dan berwawasan lingkungan. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam membangun kemandirian masyarakat desa melalui edukasi dan aksi nyata (*)
Editor : Indra Andi