UNTUK mengokohkan komitmen bermanfaat bagi masyarakat, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah mendirikan dan menjalankan berbagai program yang tertuang dalam Direktorat Saintek UMM. Wadah itu juga mengukuhkan UMM sebagai Kampus Berdampak. Hal itu juga turut mendukung program pemerintah, utamanya dalam mencapai Asta Cita yang fokus pada pangan, kesehatan masyarakat, energi, serta pelestarian lingkungan.
Di sisi lain, juga menjadi program andalan UMM di bawah komando Prof Dr Nazaruddin MSi sebagai rektor. ”Selama ini, sivitas akademika UMM memang sudah banyak melakukan riset di berbagai aspek. Direktorat Saintek ini akan menjadi wadah untuk mengelolanya dan terintegrasi mulai hulu hingga hilir, bahkan hingga menghasilkan produk,” kata Nazar.
Dengan begitu, UMM mampu mengakselerasi pembangunan nasional dan benar benar membuktikan diri sebagai kampus berdampak. Lebih lanjut, proses hilirisasi produk UMM itu juga berkolaborasi dengan PT Hintek UMM agar bisa terlaksana dengan lebih sistematis. Direktorat memiliki berbagai output yakni paket teknologi yang implementatif dan produk riset yang bermanfaat bagi masyarakat.
Selain itu, juga mampu menghasilkan hilirisasi secara komersial dan meningkatkan kemanfaatan untuk pembangunan nasional. Direktorat itu tentu mengelola dan menyelenggarakan proyek-proyek reiset pengembangan yang dilakukan peneliti dan ekspert multidisiplin secara terintegrasi.
Dengan begitu, muncul berbagai produk yang menarik dan bermanfaat bagi masyarakat. Misalnya di bidang ketahanan pangan dan hortikultura yang mencakup bibit tanaman UMMSeeds, produk saprodi, sandang UMMFAbrics, dan lainnya. Adapula di bidang pangan peternakan dan perikanan yang mencakup UMMChick, UMMFish, UMMMachinery, dan lainnya. Begitupun di bidang kesehatan masyarakat seperti obat-obatan UMMMedicine maupun UMMHealth.
”Ditektorat ini sudah dikuncurkan dan berjalan. ditargetkan pada awal 2026, Direktorat Saintek bisa langsung menghilirisasi produk-produk riset yang bermanfaat. Jangan sampai, riset-riset yang sudah dilakukan hanya berhenti di laboratorium. Berbagai riset ini harus bisa memberikan dampak dan solusi atas pelbagai masalah masyarakat yang ada,” tegas Nazar. (*/adn)
Editor : A. Nugroho