KOTA MALANG – Tak semua orang kuat berjaga hingga dini hari, apalagi di tengah udara lembab dan jadwal padat Latihan Dasar Kedisiplinan. Namun bagi Maya Kamilah, hal itu sudah jadi bagian dari pengabdian. Bersama rekan satu timnya, Maya menjadi tulang punggung kesehatan peserta LDK Polinema 2025.
Saat peserta baru menyelesaikan latihan harian dan tertidur pulas, Maya masih berjaga di tenda medis. Matanya awas, tangannya sigap. Ia mencatat keluhan peserta yang muncul menjelang malam: pegal, sulit tidur, bahkan kecemasan ringan akibat tekanan fisik dan mental.
“Biasanya malam itu peserta mulai drop. Kami siaga 24 jam. Kalau tidur paling 2–3 jam, itu pun gantian,” ujarnya.
Sebagai bagian dari UKM Bhakti Karya Mahasiswa Polinema, Maya memilih jadi sukarelawan tenaga medis karena merasa punya tanggung jawab moral. Ia sudah terbiasa menangani peserta yang diam-diam menahan sakit karena takut mengganggu jalannya kegiatan.
“Kami dekati dulu, ngobrol, baru periksa. Banyak yang malu mengeluh, padahal kondisi fisiknya sudah butuh istirahat,” jelasnya.
Maya dan tim bekerja bukan hanya untuk mengobati, tapi juga menenangkan. “Kadang peserta hanya perlu diyakinkan bahwa tidak apa-apa istirahat. Mereka tetap kuat, tetap hebat meskipun istirahat sebentar,” ujarnya sambil tersenyum.
Dedikasi itu tak sia-sia. Banyak peserta yang datang lagi ke pos kesehatan hanya untuk mengucapkan terima kasih. Bahkan ada yang membawa permen atau air mineral sebagai bentuk penghargaan kecil. “Hal-hal kecil seperti itu bikin kami terharu dan semangat lagi,” ujar Maya. (id)
Editor : A. Nugroho