Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

UMM Teken MoU dengan HKTI, Dihadiri Langsung Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa

A. Nugroho • Sabtu, 26 Juli 2025 | 20:18 WIB

 

KHIDMAT: Dari kiri, Rektor UMM Prof Nazaruddin, Gubernur Jatim Khofifah, dan Ketua DPD HKTI Jatim Arum Sabil saat berada di kantor gubernur, Kamis 24 Juli.
KHIDMAT: Dari kiri, Rektor UMM Prof Nazaruddin, Gubernur Jatim Khofifah, dan Ketua DPD HKTI Jatim Arum Sabil saat berada di kantor gubernur, Kamis 24 Juli.

MALANG KOTA - Peran Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam inovasi dan pengembangan di bidang teknologi pertanian bakal semakin nyata. Apalagi kampus putih itu baru saja meneken kerjasama dengan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Timur pada di Kantor Gubernur pada 24 Juli lalu.

 

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dilakukan bertepatan dengan pelantikan DPC HKTI kabupaten dan kota se-Jatim yang dihadiri langsung Gubernur sekaligus Dewan Pembina DPD HKTI Khofifah Indar Parawansa.

 

Ketua HKTI Jatim Arum Sabil mengatakan kerja sama itu merupakan tindak lanjut konsorsium perguruan tinggi beberapa waktu lalu. Forum tersebut menyoroti sejumlah persoalan daerah di bidang pertanian.

 

TEKNOLOGI PERTANIAN: Rektor UMM Prof Nazaruddin serahkan tanaman indigofera yang memiliki nutrisi kompleks untuk hewan ternak kepada para ketua DPC Kabupaten Kota HKTI Jatim.
TEKNOLOGI PERTANIAN: Rektor UMM Prof Nazaruddin serahkan tanaman indigofera yang memiliki nutrisi kompleks untuk hewan ternak kepada para ketua DPC Kabupaten Kota HKTI Jatim.

Sebab, sektor pertanian dinilai menjadi bagian penting dalam program ketahanan pangan, penanganan kemiskinan ekstrem, dan stunting. “HKTI Jatim dan UMM tentu bersama-sama memberikan beragam solusi di bidang sains dan teknologi pertanian,” katanya.

 

Di sisi lain, Rektor UMM Prof Dr Nazaruddin Malik MSi berharap bisa mengembangkan teknologi pertanian bersama HKTI lebih pesat lagi. Selain itu, kerja sama tersebut menjadi wadah impelementasi berbagai inovasi di bidang pertanian yang telah dihasilkan UMM.

 

Salah satunya yakni inovasi Biofarm dan pertanian organik yang tidak mencemari lingkungan dan tanah karya dosen UMM. Kerja keras tim dosen UMM ini sudah terbukti dan teruji di berbagai wilayah. Seperti di Bondowoso, Situbondo, Lumajang, bahkan Bali.

 

“Hasilnya, produksi pertanian di lokasi tersebut meningkat dan tidak mencemari lingkungan,” katanya. Nazar melanjutkan, ini juga sekaligus upaya mengawal program ketahanan pangan Indonesia. Dirinya berkomitmen untuk menjalankan hal serupa.

 

SINERGI: Rektor UMM dan Ketua DPD HKTI Jatim menandatangani kerjasama di bidang pertanian, khususnya sains dan teknologi.
SINERGI: Rektor UMM dan Ketua DPD HKTI Jatim menandatangani kerjasama di bidang pertanian, khususnya sains dan teknologi.

Di antaranya dengan berkolaborasi dengan asosiasi dan perhimpunan di bidang pertanian. Dengan begitu, UMM bisa menjadi kampus yang benar-benar berdampak bagi masyarakat. "Harapannya, kami dapat belajar sekaligus mengembangkan teknologi baik di tahap pengelolaan lahan, pembenihan, maupun produk hilirisasi," katanya.

 

Hal serupa juga disampaikan Khofifah Indar Parawansa. Ia mengatakan bahwa HKTI efektif memajukan sektor pertanian di Jawa Timur. Perannya penting dalam menyukseskan kedaulatan pangan yang menjadi salah satu program unggulan pemerintah.

 

“Kami berterimakasih kepada UMM yang senantiasa memberikan dukungan kepada HKTI Jawa Timur melalui kerjasama ini,” tandasnya. (dre)

Editor : A. Nugroho
#khofifah indar parawansa #Universitas Muhamadiyah Malang #Pertanian #inovasi #MoU