MALANG KOTA - Bulannya mahasiswa baru (maba) telah tiba. Ribuan pelajar dari berbagai daerah bakal memulai aktivitas di kampus-kampus pada pertengahan Agustus nanti. Dari empat kampus negeri di Kota Malang saja, total ada 38 ribu maba yang datang.
Jumlah terbanyak disumbang Universitas Brawijaya (UB). Diikuti Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki), dan Politeknik Negeri Malang (Polinema) (selengkapnya baca grafis).
Di UB, maba yang bakal mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) diterima melalui tiga jalur seleksi masuk. Paling banyak dari jalur mandiri. Jumlahnya mencapai 7.661 maba. Selanjutnya ada 5.250 maba yang masuk dari jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) dan 3.652 maba dari jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP).
Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Malang. Wakil Rektor III Bidang Kemahasiwaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa UB Dr Setiawan Noerdajasakti SH MH menjelaskan, Kemendiktisaintek sudah menyampaikan pedoman terkait PKKMB. Di UB, pelaksanaan PKKMB berlangsung di tingkat universitas pada 11-13 Agustus. Dilanjutkan di tingkat fakultas pada 14-15 Agustus.
”Kemudian tanggal 30-31 Agustus ada open house untuk pengenalan 58 UKM seperti olahraga, Menwa, Pramuka, dan pecinta alam,” jelasnya.
Setiawan menyebut kalau materi-materi yang disampaikan dalam PKKMB tahun ini hampir sama dengan tahun lalu. Yakni menekankan anti-perundungan dan anti-kekerasan seksual di kalangan mahasiswa.
”Nanti ditambah materi untuk membentuk mahasiswa agar semakin tangguh,” imbuhnya. Di samping itu, pihaknya juga sudah mendapat pesan dari rektor agar tidak menggelar pengenalan kampus yang melibatkan fisik. Misalnya saja membawa benda-benda tertentu seperti baju bekas. Untuk penugasan dalam pengenalan kampus, pihaknya juga menerapkan digitalisasi.
Hal yang sama juga diterapkan UM. Direktur Kemahasiswaan dan Alumnus UM Dr Heny Kusdianti SPd MM menyebut kalau penugasan selama PPKMB bakal disampaikan melalui situs resmi kampus. ”Jadi mereka mengerjakannya di situs resmi, sehingga tidak memberatkan,” terangnya.
Berkaca dari tahun lalu, kegiatan selama PKKMB umumnya lebih padat dan hanya difokuskan di tingkat universitas. Itu dinilai membuat maba tidak fokus. Karena itu, pada tahun ini pihaknya berupaya mengemas PKKMB dengan konsep yang lebih nyaman dan menyenangkan.
Heny menyebut kalau pelaksanaan PKKMB di UM berlangsung pada 17-18 Agustus. Untuk PKKMB di tingkat kampus, pihaknya akan menekankan materi-materi mengenai nasionalisme, NAPZA, perundungan, kesehatan mental, teknologi, AI, hingga kewirausahaan.
Dilanjutkan di tingkat fakultas pada 19-20 Agustus. ”Pelaksanaannya di Stadion UM, Graha Cakrawala, dan gedung-gedung lainnya,” lanjut dia.
Untuk persiapan PKKMB, pihaknya sudah membedakan jadwal dengan kampus lain seperti UB. Salah satu tujuannya untuk mengurangi potensi kemacetan di sekitar Jalan Veteran.
Di Polinema, tercatat ada 3.200 maba. Dari total itu, lebih dari 50 persennya berasal dari wilayah Malang Raya. Sementara 25 persennya berasal dari berbagai daerah sekitar. Seperti Kediri, Blitar, Nganjuk, hingga Tulungagung. Sisanya berasal dari Jakarta, Bandung, dan luar Jawa, hingga mahasiswa internasional seperti dari Sudan dan Madagaskar.
Kegiatan PKKMB di Polinema sudah dimulai sejak 14 Juli lalu. Dibuka dengan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) yang dibagi menjadi tujuh gelombang. Bertempat di Dodikjur, Jalan Kalimasada, Kecamatan Blimbing, para mahasiswa baru dididik penguatan mental dan etika serta budaya kampus. LDK itu bakal berakhir pada 10 Agustus.
”Ada jeda sedikit, baru pada tanggal 17 Agustus kami upacara bersama dengan para mahasiswa baru,” ujar Galuh Kartiko, Ketua Pelaksana PKKMB Polinema. Keesokan harinya pada 18 Agustus, akan ada pra-studi. Itu dilakukan untuk mengenalkan sistem pembelajaran vokasi dan program studi (prodi) masing-masing.
Dilanjutkan dengan demo unit kegiatan mahasiswa (UKM) dan pelaksanaan PKKMB di fakultas masing-masing pada 13 September.
Antisipasi kemacetan juga sudah disusun, Polinema. Lalu lintas di Jalan Soekarno-Hatta diperkirakan padat ketika UB juga memulai PKKMB.
Untuk berjaga-jaga, Polinema mengimbau kepada maba agar tidak membawa kendaraan saat berangkat PKKMB. ”Kalau ada yang terpaksa bawa, kami sediakan parkir di dalam, karena kebetulan kakak tingkatnya masih libur,” papar Galuh.
Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan panitia PKKMB UB. Berkaca dari tahun lalu, untuk mengatasi macet di Jalan Soehat, dua kampus berunding tentang jam kedatangan dan kepulangan peserta PKKMB. Tahun ini, bisa jadi Polinema atau UB yang memulai kegiatan lebih pagi. Namun hingga kini belum ada kesepakatan.
Sebagai contoh, tahun lalu UB memulai kegiatan dengan mewajibkan maba datang pukul 06.00. Sementara jadwal di Polinema setengah jam lebih awal, yaitu pukul 05.30. Begitu juga saat jam kepulangan. Polinema lebih lambat satu jam dibanding kepulangan mahasiswa baru UB. Galuh menyebut bahwa kebijakan itu bisa saja berubah pada tahun ini.
Sementara itu, UIN Maliki punya istilah sendiri untuk PKKMB. Dinamakan dengan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK). Semua kegiatan bakal terpusat di dalam kampus. Kebijakan tiap maba wajib tinggal di ma’had (asrama) UIN Maliki Malang selama satu tahun tetap dipertahankan.
”Baik PBAK universitas maupun fakultas, semua dilaksanakan di dalam kampus,” ujar Romi Faslah, Ketua Tim Kerja Kemahasiswaan UIN Maliki Malang. Mahasiswa baru bakal masuk ma’had pada 11 Agustus mendatang. Lalu tanggal 17 Agustus sampai 18 Agustus dimulai rangkaian PBAK di tingkat universitas.
Baru pada 19 sampai 24 Agustus tiap fakultas mendapat kesempatan untuk melaksanakan PBAK sendiri. Pelaksanaannya berlangsung selama dua hari. Sebelum perkuliahan dimulai pada 25 Agustus mendatang.
Romi menyebut, pihaknya memproyeksikan ada 5.500 maba yang diterima di UIN Maliki Malang. Berdasar kuota yang dibuka. Saat ini keterisiannya sudah mencapai 4.000 mahasiswa. Pihaknya masih menunggu pengumuman jalur mandiri untuk memenuhi kuota. (mel/aff/by)
Editor : A. Nugroho