MALANG KOTA – Sebanyak tujuh negara ikut ambil bagian dalam gelaran International Conference on Applied Science for Vocational Education (ICASVE) 2025 yang digelar di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya, Kamis (1/8). Konferensi itu mengupas pengaruh teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam pengembangan wirausaha dan pendidikan vokasi di era digital.
Ada 125 partisipan hadir dalam konferensi internasional edisi keempat itu. Sebanyak 89 orang merupakan pemakalah dan sisanya peserta seminar. Negara yang terlibat antara lain Indonesia, Malaysia, Filipina, Sudan, Thailand, Guinea, dan Nigeria.
”Tema kali ini tentang Entrepreneurship, Creativity, and AI-Driven Innovation in Digital Data. Kami ingin membuka ruang diskusi bagaimana AI mengubah pola berwirausaha, sekaligus tantangannya bagi dunia pendidikan,” ujar Dekan Fakultas Vokasi UB M. Kholid Mawardi PhD.
Tiga pembicara utama dihadirkan. Di antaranya Prof Dr Ing Hendro Wicaksono dari Constructor University Jerman, TAN Kim Lim PhD MBA dari James Cook University Singapura, serta Li-Hsin Chen PhD dari Taiwan.
Kholid menilai AI saat ini masih menjadi dilema. Di satu sisi, AI bisa mempercepat akses data dan mengurangi risiko usaha. Tapi di sisi lain, AI juga berisiko mengurangi daya nalar kritis mahasiswa jika tidak dimanfaatkan secara bijak.
Ketua pelaksana ICASVE Sovia Rosalin menambahkan, seluruh makalah dalam konferensi ini akan diterbitkan dalam jurnal bereputasi dan disusun menjadi rekomendasi kebijakan. (aff/adn)
Editor : A. Nugroho