SURABAYA - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengajak 6.993 mahasiswa baru (maba) ITS untuk menjadi generasi yang mampu bersinergi dengan teknologi. AHY hadir pada pengenalan kehidupan kampus, di Graha Sepuluh Nopember kemarin (4/8).
Dia menekankan pentingnya kesiapan generasi muda menghadapi berbagai tantangan zaman. Mulai dari krisis geopolitik, perang dagang, hingga dampak kemajuan teknologi yang semakin disruptif. Dia mencotohkan kecerdasan buatan seperti ChatGPT yang bisa membantu produktivitas. Sekaligus menjadi ancaman bagi pekerjaan manusia jika tidak disikapi secara bijak.
”Kita tidak boleh menjadi budak teknologi, harus bisa mengendalikan dan memanfaatkan untuk menciptakan masa depan yang lebih baik,” tegas dia. AHY juga membahas isu lingkungan. Dia mencontohkan krisis iklim, penurunan kualitas sumber daya alam, serta prediksi ledakan populasi dunia juga menuntut keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Terutama kalangan terdidik seperti mahasiswa.
”Kalian adalah bagian dari tonggak sejarah menuju Indonesia Emas 2045. Siapa tahu, kelak ada di antara kalian yang menjadi menteri, gubernur, bahkan Presiden,” tandas AHY.
Sementara itu, Rektor ITS Prof Bambang Pramujati menyambut hangat kedatangan mahasiswa baru dan mengapresiasi kehadiran AHY dalam momen penting tersebut. Dia berharap, para mahasiswa menjadi generasi unggul yang siap menjawab tantangan zaman dan berkontribusi nyata bagi bangsa. ”Ada yang ingin jadi Pak Menko?” selorohnya sambil tersenyum, merujuk pada sosok AHY yang disambut riuh tepuk tangan mahasiswa.
Bambang menegaskan, ITS bukan sekadar tempat kuliah, tapi kawah candradimuka untuk mencetak pemimpin, inovator, dan teknokrat masa depan. Karena itu, mahasiswa dituntut tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga peka terhadap isu-isu kebangsaan dan global. (dho/jun/dre)
Editor : A. Nugroho