KEPANJEN - Pendidikan menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Mengacu program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI, ada 12 program yang harus diterapkan untuk memajukan pendidikan. Salah satunya pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA).
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang Suwadji menyampaikan, hampir semua sekolah negeri sudah siap menerapkan pembelajaran KKA. Namun, praktiknya disesuaikan dengan kemampuan masing-masing sekolah. Seperti ketersediaan guru dan prasarana dan sarana.
Seperti diketahui, belum semua sekolah di Kabupaten Malang mampu menyediakan sarana komputer untuk pembelajaran koding. Spesifikasi komputer yang diperlukan cukup tinggi. Minimal prosesor core i5.
”Ada beberapa SMP, termasuk 10 sekolah yang kami usulkan untuk sekolah unggulan. Pada dasarnya sudah siap menerapkan KKA,” ucap Suwadji. Sekolah yang dia maksud di antaranya, SMPN 4 Kepanjen, SMPN 3 Kepanjen, SMPN 1 Kepanjen, SMPN 1 Wagir, SMPN 1 Singosari, SMPN 3 Singosari, SMPN 1 Karangploso, SMPN 1 Bululawang, SMPN 1 Turen, dan SMPN 1 Tumpang.
Sebagai contoh, di SMPN 4 Kepanjen, praktik koding sudah diajarkan di kelas digital. Terdapat berbagai pelajaran tambahan yang diberikan. Mulai dari pemrograman web, desain grafis, digital marketing, hingga Internet of Things (IoT). Di dalam IoT terdapat materi terkait koding.
Koding yang diajarkan pun secara bertahap sesuai dengan jenjangnya. Mulai dari pengenalan dasar koding, coding drag and drop, hingga mulai membuat bahasa pemrograman sederhana. Contohnya python, bahasa pemrograman yang dirancang agar mudah dibaca dan dipelajari. Populer untuk pengembangan web, ilmu data, dan machine learning.
Materi yang diajarkan meliputi pengenalan dan instalasi python serta dasar pemrograman. Di dalam dasar pemrograman, siswa diajarkan terkait variabel dan tipe data, operator, kondisi if else, perulangan, list and dictionaries, function, serta class and object.
”Itu program dari kemendikdasmen, jadi KKA nanti akan masuk dalam mata pelajaran yang menjadi satu sama TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi),” kata pejabat eselon II B Pemkab Malang itu. Menurut data Disdik Kabupaten Malang, ada 137 guru TIK. Hampir semua guru sudah memanfaatkan kecerdasan artifisial dalam proses pembelajaran. Seperti membuat media pembelajaran dan analisis data. (yun/gp)
Editor : A. Nugroho