MALANG KOTA – Senin lalu (11/8), SDN Klojen memberikan apresiasi kepada 4 murid berprestasi. Sekolah yang dikepalai oleh Supriadi tersebut secara simbolik menyerahkan piala, medali, serta sertifikat pada Azzahra Ramadhany, Zavier Sulaiman Mannaf Mubarack, Muhammad Danish Danial Al Risqy, dan Nadine Alzaria Shifra Avindha.
Prestasi yang diraih tak hanya bidang akademik, melainkan juga non akademik. Beberapa di antaranya yakni juara 1 lomba menulis, juara 1 lomba BMX Racing, serta juara 3 pencak silat pada event piala Kemenbud RI dan Piala Wali Kota Malang.
Dalam kurun waktu dua tahun terakhir, total prestasi yang telah diraih murid sekolah yang terletak di Jalan Pattimura ini hampir mencapai ratusan. Mulai olimpiade tingkat nasional hingga kejuaraan olahraga se-Indonesia.
Tak ayal banyak peminat yang mendaftar sebagai murid baru pada pekan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Juli 2025 lalu. “Banyaknya prestasi murid tak hanya memicu semangat berkompetisi, melainkan juga meningkatkan kepercayaan masyarakat pada kami,” ungkap Supriadi.
Salah satu sekolah yang terpilih pada Program Sekolah Penggerak Angkatan III ini juga beberapa kali menjadi tujuan studi banding beberapa lembaga pendidikan dan kedinasan.
“Kami bersyukur memperoleh respons positif dari masyarakat, baik dalam maupun luar kota. Semoga kami dapat memberikan pelayanan pendidikan yang lebih baik lagi ke depannya,” pungkas kepala yang memimpin 28 guru dan tenaga pendidik ini.
Kesuksesan murid tak lepas dari bimbingan bapak ibu guru di sekolah yang terdiri dari 18 rombel ini. Salah satunya yakni Rini Setyo Wardani. Guru kelas 5 tersebut sukses mengantarkan Bima Hittaro Hanzo dan Cindya Safira Putri sebagai juara.
Tak tanggung-tanggung, tahun 2024 mereka berhasil memperoleh medali emas dan perak pada dua ajang bergengsi sekaligus. Ajang itu adalah Kompetisi Matematika dan Sains Indonesia (KMSI) serta Jenius Science Olympiad (JSO). Dua ajang tersebut terdaftar secara resmi di laman Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).
“Pembinaan murid berbakat pada bidang olimpiade perlu diinisiasi sejak kelas 3 dan dilakukan secara berkelanjutan. Karena pengalaman dan prestasi tersebut dapat bermanfaat untuk jenjang pendidikan selanjutnya. Hal ini seiring dengan pembinaan karakter agar murid tetap andhap asor,” ungkap Rini.
Azzahra Ramadhany, sebagai salah satu murid berprestasi mengungkapkan bahwa semangat dan dukungan dari bapak ibu guru menjadi penyemangatnya. “Bapak ibu guru pembina lomba sangat apresiatif terhadap minat dan bakat murid,” ungkap murid yang menjuarai FLS3N itu.
“Prestasi merupakan bonus dari pembinaan yang tulus dan terarah dari bapak ibu guru hebat,” ungkap murid yang kini duduk di bangku kelas 6 tersebut.
Editor : A. Nugroho