MALANG – MIN 1 Kota Malang semakin serius memperhatikan kesehatan mental siswa. Sejak awal tahun ajaran 2025/2026, madrasah ini resmi menghadirkan layanan psikolog pendidikan khusus anak yang bertugas mendampingi siswa, guru, maupun orang tua.
Psikolog yang terpilih adalah Shofura Hanifah, M.Psi. Psikolog yang juga alumni MIN 1 Kota Malang ini berlatar belakang studi S1 di Universitas Brawijaya dan Magister Profesi Psikologi di Universitas Gadjah Mada. Ia ditetapkan pada 5 Juni 2025 melalui proses seleksi yang digagas Ketua Komite, Prof. Dr. Rifa Hidayah, M.Si, dan direalisasikan pihak madrasah.
Shofura, yang akrab disapa Mbak Rara, mulai aktif memberikan layanan sejak bulan Agustus ini. Program awal yang ia jalankan meliputi konseling guru dan orang tua, sosialisasi anti-bullying untuk siswa kelas 4, serta psikoedukasi melalui parenting. Tak hanya itu, Mbak Rara juga melakukan tes psikologi bagi seluruh siswa kelas 6 untuk memetakan kesiapan menuju jenjang SMP.
“Alhamdulillah responsnya positif, baik dari siswa, guru, maupun orang tua. Beberapa sudah melakukan konsultasi, dan bahkan siswa sering datang ke ruangan saya,” ujarnya saat kami hubungi, Senin (26/8).
Menurutnya, permasalahan umum yang dialami siswa meliputi kasus bullying, kemandirian yang belum terbentuk pada siswa kelas 1, serta adaptasi di lingkungan baru. “Fase sekolah dasar adalah masa emas anak. Mereka masih membutuhkan pendampingan agar performa akademik dan non-akademik berkembang optimal,” tegasnya.
Mbak Rara juga menjelaskan jadwal praktiknya di madrasah. Dia menerima konsultasi setiap hari Selasa, Rabu, dan Kamis mulai pukul 08.30 hingga 14.30. Siswa maupun orang tua bisa datang langsung ke ruang psikolog, atau melalui perantara wali kelas. “Layanan psikologi bisa lebih mudah diakses semua pihak,” tuturnya.
Hadirnya layanan psikologi di madrasah ini juga selaras dengan fokus sekolah ramah anak yang diusung MIN 1 Kota Malang. Lebih dari itu, langkah ini menjadi wujud nyata implementasi Kurikulum Berbasis Cinta yang digagas Kementerian Agama. Dalam kurikulum tersebut terdapat Panca Cinta, yakni cinta kepada Allah, cinta kepada Rasulullah, cinta kepada orang tua dan guru, cinta kepada diri, serta cinta kepada sesama.
Khususnya, cinta kepada diri dan cinta kepada sesama sangat relevan dengan isu kesehatan mental. Cinta kepada diri berarti menghiasi diri dengan akhlak mulia dan menjaga kesehatan jiwa, sementara cinta kepada sesama diwujudkan melalui empati, toleransi, dan kasih sayang terhadap orang lain, termasuk upaya mencegah perundungan (bullying).
Shofura berharap keberadaannya dapat memberi solusi maupun intervensi psikologis sesuai kebutuhan anak. “Kesehatan mental siswa adalah fondasi utama. Anak yang sehat mentalnya akan lebih mudah belajar, beradaptasi, dan berprestasi. Mari bersama-sama menciptakan lingkungan yang penuh kasih sayang dan minim tekanan,” pesannya.
MIN 1 Kota Malang diharapkan menjadi salah satu madrasah pionir di Malang Raya yang menghadirkan layanan psikolog khusus anak. Kehadiran psikolog diharapkan semakin menguatkan posisi madrasah sebagai ruang belajar yang ramah anak, inklusif, serta menumbuhkan cinta baik kepada diri sendiri maupun kepada sesama.
Editor : A. Nugroho