TUREN - Meski lahan di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur sudah disetujui untuk dibangun Sekolah Rakyat (SR), pemerintah pusat memberi rekomendasi supaya lahan tersebut dilakukan review ulang. Kemarin (27/8) Kepala Staf Presiden (KSP) meninjau ulang tiga lokasi yang akan dibangun SR.
Tiga lokasi tersebut di Desa Jeru (Tumpang), Desa Turen, dan Desa Srigonco (Bantur). “Dari tiga lokasi, ini (Desa Turen) menurut saya juga cukup ideal. Karena ekosistemnya sudah ada. Dekat rumah sakit dan jalan raya,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Deputi V KSP Mayjen TNI (Purn) Harianto setelah meninjau lahan di Desa Turen kemarin.
Menurutnya, sekolah rakyat memang bagian dari ekosistem. Sehingga tidak dapat berdiri sendiri. Harus ada sarana dan prasarana yang menunjang proses belajar mengajar. Prasarana yang dimaksud adalah jaringan internet yang lancar, fasilitas kesehatan yang memadai, dan lingkungan yang layak untuk anak-anak. “Di situ (Turen) juga ada sosialisasi dengan masyarakat dan pertemuan dengan pihak lain-lain,” imbuh Harianto.
Dari tiga titik tersebut, Harianto mengatakan, akan dilakukan evaluasi kembali. Sebab, semua titik, tidak semuanya sempurna. Pihaknya akan kembali berkomunikasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Hasil komunikasi tersebut akan dilaporkan ke Presiden RI Prabowo Subianto untuk menentukan lokasi yang disetujui.
Meski ada peninjauan ulang, dia mengatakan, pembangunan akan tetap dipercepat. Sebab, pembangunan SR permanen diharapkan sudah tuntas pada Juli 2026. Tujuannya agar dapat segera ditempati oleh siswa-siswi yang saat ini bersekolah di SR rintisan. “Siswa-siswi yang di SR rintisan nanti akan masuk ke bangunan baru menjadi kelas dua. Perekrutan pertama (di SR permanen) akan masuk kelas satu,” kata dia. ”Insya Allah September depan sudah mulai pembangunan fisiknya,” lanjutnya.
Di lahan tersebut akan ada bangunan untuk SD, SMP, dan SMA. Fasilitasnya lengkap. Mulai fasilitas olahraga hingga laboratorium. Siswa-siswi juga akan mendapat pelayanan Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pagi, siang, dan sore. Sehingga di SR itu akan ada dapur umum.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Malang Pantjaningsih Sri Redjeki menyampaikan, awalnya diusulkan lahan di Tumpang dan Srigonco. Dari dua opsi tersebut, pertimbangan teknis untuk lahan di Srigonco. Namun setelah dilakukan berbagai macam uji, lahan tersebut perlu dilakukan review kembali karena kemiringan tanahnya 40 persen.
“Kalau arahan Dirjen Kemensos RI, lahan SR diarahkan supaya menghindari lahan kelas tanah S1 karena itu juga program prioritas presiden untuk ketahanan pangan,” ucapnya.
Selain itu, juga harus menghindari tanah di area Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET), jauh dari mata air, dan akses jalan yang sulit. “Secara aspek strategis, (Desa Turen) memang lebih strategis. Tapi kan kami tidak bisa memastikan, karena itu kebijakan pusat,” pungkasnya. (yun/dan).
Editor : A. Nugroho