MALANG KOTA – Wafatnya mahasiswa sekaligus influencer pendidikan A. Ghozie Mubarok pada Juli lalu meninggalkan duka mendalam bagi sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Untuk mengenang jasanya, UMM mengkukuhkan almarhum sebagai wisudawan anumerta, dalam prosesi yang digelar di Dome UMM, Selasa (2/9).
Semasa hidup, Ghozi dikenal sebagai sosok yang bersemangat dan produktif. Ia kerap menjadi pembicara di berbagai kampus dan aktif membuat konten pendidikan yang inspiratif. Rektor UMM Prof Dr Nazaruddin Malik MSi mengatakan, almarhum bukan hanya mahasiswa aktif, tetapi juga influencer muda yang membawa nama baik UMM melalui karya kreatif dan pesan positif di media sosial.
”Ghozi telah menjadi inspirasi kita semua. Karena itu hari ini UMM memberikan penghargaan tertinggi dengan mengukuhkannya menjadi wisudawan anumerta," tegas Nazaruddin.
Dengan keputusan itu, almarhum sah menyandang gelar Sarjana Hubungan Internasional. Selain gelar akademik, UMM juga memberikan apresiasi berupa beasiswa penuh, berupa pengembalian biaya studi almarhum yang diberikan kepada keluarga. Langkah ini menjadi bentuk penghargaan dan penghormatan UMM terhadap kontribusi Ghozi selama menempuh pendidikan.
Viki Nurohmah, adik Ghozi, mengenang kakaknya sebagai sosok yang baik, bertanggung jawab, dan tak kenal lelah. Viki datang langsung dari Lampung bersama pamannya untuk mewakili keluarga dalam prosesi pengukuhan.
”Terakhir Mas (Ghozi) menyampaikan kepada saya untuk selalu bersemangat, karena ingin bekerja untuk pendidikan saya dan kehidupan ibu," ujarnya.
Kepergian Ghozi memang meninggalkan ruang kosong bagi teman, dosen, dan keluarga. Namun, pengukuhan sebagai wisudawan anumerta menjadi salah satu cara UMM menghormati dan mengabadikan prestasi serta semangat positif yang ditinggalkannya. (mel/adn)
Editor : Aditya Novrian