MALANG KOTA - Kebutuhan anggaran untuk pengadaan seragam gratis pada 2026 mulai dipetakan. Pemkot Malang juga berencana memberikan tambahan berupa sepatu gratis. Untuk dua program tersebut, diperkirakan membutuhkan anggaran senilai Rp 9 miliar.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Suwarjana menuturkan, program seragam gratis sudah dipastikan akan berlanjut tahun depan. Sedangkan tambahannya, yaitu sepatu gratis, masih berupa usulan. Jika anggarannya memungkinkan, akan ditambahkan item tersebut.
Rinciannya, untuk seragam gratis butuh anggaran Rp 6 miliar. Itu sesuai dengan alokasi Pemkot Malang pada tahun ini. Sedangkan untuk sepatu gratis, diperkirakan butuh Rp 2 miliar sampai Rp 3 miliar. ”Selama ini keluhan masyarakat sulit mencari sepatu hitam yang sesuai ketentuan. Harganya juga tergolong mahal. Kami akan usulkan sepatu gratis, jika APBD mampu mengakomodir, akan berjalan tahun depan,” papar Jana.
Dia menerangkan, dana seragam gratis sudah dialokasikan dalam rencana APBD 2026. Senilai Rp 6 miliar. Sementara untuk sepatu gratis, masih akan dibahas dengan DPRD Kota Malang. ”Kami akan mengajukan tambahan. Jumlah anggarannya tergantung kualitas dan spesifikasi barang yang disepakati,” tutur pria kelahiran Bantul itu.
Pejabat Eselon II B Pemkot Malang itu menuturkan, jatah seragam gratis tetap dua setel. Yaitu warna putih biru untuk SMP, sedangkan putih merah untuk SD. Satu setel lagi adalah seragam Pramuka. Sementara baju batik dan olahraga menjadi kewenangan sekolah.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Malang Suryadi menyampaikan, pihaknya akan mendengar terlebih dahulu penjelasan terkait rencana penambahan sepatu gratis tersebut. Tentu, kata Suryadi, harus dilihat apakah kebutuhan itu mendesak atau tidak.
Ketika saat pembahasan dianggap mendesak, DPRD Kota Malang akan mendukung usulan tersebut. Suryadi menambahkan, program itu seharusnya tak hanya diberikan kepada pelajar di sekolah negeri. Pelajar di lembaga swasta juga harus menerima bantuan yang sama. ”Tahun depan kami juga akan upayakan mengakomodir siswa sekolah swasta. Karena tahun 2025 yang mendapatkan seragam gratis hanya sekolah negeri,” terang dia. (adk/by)
Editor : A. Nugroho