MALANG KOTA – Anggaran bidang pendidikan di Kota Malang mendapat tambahan signifikan pada Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) 2025. Total tambahan mencapai Rp 7,4 miliar. Dana tersebut akan difokuskan untuk empat program utama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang (selengkapnya baca grafis).
Wakil Ketua II DPRD Kota Malang Trio Agus Purwono menjelaskan, tambahan terbesar diberikan untuk insentif guru PAUD. Hal ini karena pada APBD murni 2025, anggaran hanya dialokasikan untuk sembilan bulan.
”Tambahan Rp 4,6 miliar itu dipakai untuk pembayaran insentif pada bulan Oktober hingga November,” ujar Trio kemarin (11/9).
Selain itu, ada tambahan Rp 2,4 miliar untuk rehabilitasi sekolah. Anggaran tersebut dialokasikan bagi perbaikan sepuluh lembaga pendidikan yang mengalami kerusakan ringan, sedang, maupun berat. ”Detailnya ada di Disdikbud, tapi prinsipnya untuk menjamin kenyamanan siswa belajar,” imbuh Trio yang juga politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.
Ia menambahkan, dana hasil perubahan APBD bisa mulai digunakan perangkat daerah per 1 Oktober 2025. Saat ini, Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD Perubahan masih dalam tahap evaluasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Trio mengingatkan, sisa waktu tiga bulan menjelang akhir tahun harus dimanfaatkan seefektif mungkin.
”Jangan sampai malah menambah SILPA (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran). Serapan harus dimaksimalkan,” tegas legislator dapil Lowokwaru itu.
Berdasarkan laporan DPRD, hingga akhir Agustus rata-rata serapan anggaran perangkat daerah di Kota Malang masih di bawah 50 persen. Kondisi ini menjadi perhatian serius, mengingat rendahnya serapan berpotensi membuat target pembangunan tidak tercapai.
Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin membenarkan rendahnya realisasi belanja daerah tahun ini. Menurutnya, situasi itu dipengaruhi masa transisi kepemimpinan. Pada saat pembahasan APBD 2025, Pemkot Malang masih dipimpin Penjabat (Pj)Wali Kota. ”Kami akan evaluasi agar bulan-bulan berikutnya serapan bisa lebih maksimal,” tutur Ali.
Tambahan Rp 7,4 miliar diharapkan menjadi dorongan bagi peningkatan mutu pendidikan di Kota Malang. Sekaligus solusi atas kebutuhan yang belum terakomodasi dalam APBD murni. (adk/adn)
Editor : A. Nugroho