Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Maulid Nabi di SD Aisyiyah Kamila: Menggali Bakat Lewat Dongeng dan Lagu

A. Nugroho • Selasa, 16 September 2025 | 19:23 WIB
METODE BARU: SD Aisyiyah Kamila memperingati Maulid Nabi lewat lomba mendongeng dan menyanyi sebagai pendekatan baru untuk menginternalisasi nilai-nilai teladan Nabi.
METODE BARU: SD Aisyiyah Kamila memperingati Maulid Nabi lewat lomba mendongeng dan menyanyi sebagai pendekatan baru untuk menginternalisasi nilai-nilai teladan Nabi.

KOTA MALANG – Dalam rangka memperingati maulid Nabi Muhammad SAW, SD Aisyiyah Kamila Kota Malang menggelar kegiatan spesial yang menarik perhatian seluruh siswa dan guru.

Berbeda dari perayaan maulid biasanya, sekolah menghadirkan konsep yang menekankan partisipasi aktif anak-anak, sehingga proses belajar sekaligus bersenang-senang dapat berjalan bersamaan.

Salah satu sorotan utama acara adalah sesi dongeng Islami yang dikemas secara menarik dan lomba menyanyi bertema sirah Nabawi.

Dengan pendekatan ini, anak-anak tidak hanya mendengar cerita, tetapi juga dapat memahami kisah hidup Nabi Muhammad SAW secara menyenangkan.

“Melalui lagu, anak-anak bisa mengenal kisah hidup Nabi Muhammad SAW dengan cara yang menyenangkan. Mereka cenderung lebih mudah menghafal dan menginternalisasi nilai-nilai teladan Nabi,” ujar Kepala SD Aisyiyah Kamila, Reni Nur Farida, S.PdI., M.Pd.

PARTISIPASI AKTIF: Almira Rusyda Haflani pemenang lomba menyanyi dalam rangka Maulid Nabi di SD Aisyiyah Kamila Kota Malang dengan tema Sirah Nabawi.
PARTISIPASI AKTIF: Almira Rusyda Haflani pemenang lomba menyanyi dalam rangka Maulid Nabi di SD Aisyiyah Kamila Kota Malang dengan tema Sirah Nabawi.

Metode pembelajaran melalui lagu ini memiliki dua keuntungan utama. Pertama, membantu siswa memahami sirah Nabawi dengan lebih mendalam karena ritme dan melodi lagu mempermudah daya ingat.

Kedua, lomba menyanyi menjadi ajang untuk menggali bakat anak-anak dalam bidang musik dan vokal. Banyak siswa menunjukkan kemampuan suara yang menonjol, sehingga guru dapat mengidentifikasi potensi masing-masing anak untuk dikembangkan lebih lanjut.

Selain itu, kegiatan ini juga menanamkan nilai-nilai keagamaan dengan cara yang menyenangkan dan kreatif. Anak-anak diajak untuk aktif mendengarkan, bernyanyi bersama, dan berpartisipasi dalam berbagai aktivitas interaktif. Hal ini menjadikan acara tidak hanya sebagai perayaan rutin, tetapi juga sebagai media pembelajaran yang efektif.

Menurut Reni, konsep ini sangat penting diterapkan pada pendidikan anak usia dini dan sekolah dasar. “Peringatan Maulid Nabi bukan hanya sekadar seremoni, tapi juga momen bagi anak-anak untuk belajar, berkreasi, dan mengekspresikan diri,” ujarnya.

Reni mengatakan dengan metode interaktif, pihaknya berharap banyak hal positif bisa tersampaikan. “Kami berharap nilai-nilai Islam dapat tertanam lebih kuat di hati mereka sejak dini,” tandasnya.

Hal senada juga disampaikan Widha Shofiatuz Zahro, S.Pd, bagian Urusan Kesiswaan SD Aisyiyah Kamila. Widha menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya sarana peringatan hari besar Islam, tetapi juga wadah untuk melatih keberanian dan kreativitas siswa.

“Anak-anak belajar tampil percaya diri di depan teman-temannya, berani mengungkapkan bakat, sekaligus memahami nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW. Harapan kami, kegiatan seperti ini bisa memupuk rasa cinta kepada Rasulullah sekaligus mengasah potensi siswa sejak dini,” jelasnya.

Kegiatan Maulid Nabi di SD Aisyiyah Kamila Kota Malang menunjukkan bahwa pendidikan agama dapat dikemas secara kreatif, dengan menggabungkan hiburan, pembelajaran, dan pengembangan bakat siswa.

Acara ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam mendidik generasi muda agar lebih mengenal sejarah Islam, mengembangkan bakat, dan menumbuhkan kecintaan pada Nabi Muhammad SAW sejak dini.

Editor : A. Nugroho
#maulid #sd aisyiyah #Sirah Nabawi #lagu #malang