Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

TKA Jadi Syarat Baru SNPMB 2026, Siswa di Malang dan Seluruh Indonesia Wajib Pahami Mekanismenya

A. Nugroho • Kamis, 18 September 2025 | 20:12 WIB

 

SNPMB 2026 hadir dengan aturan baru: Tes Kemampuan Akademik (TKA). Siswa di Malang dan seluruh Indonesia wajib pahami mekanismenya sejak dini.
SNPMB 2026 hadir dengan aturan baru: Tes Kemampuan Akademik (TKA). Siswa di Malang dan seluruh Indonesia wajib pahami mekanismenya sejak dini.

 

 

RADAR MALANG –  Dunia pendidikan di Indonesia kini memasuki fase baru dengan diperkenalkannya Tes Kemampuan Akademik (TKA). Asesmen ini dirancang oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai pengganti Ujian Nasional (UN) yang sudah resmi dihapus sejak beberapa tahun lalu. Bedanya, TKA tidak lagi berfungsi sebagai penentu kelulusan siswa, melainkan sebagai alat ukur capaian akademik yang lebih objektif dan standar.

Bagi siswa di Malang maupun daerah lainnya, TKA menjadi hal penting untuk dipahami sejak dini. Pasalnya, mulai tahun 2026, nilai dari TKA akan digunakan dalam Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB). Dengan demikian, kehadiran tes ini bukan sekadar formalitas, tetapi benar-benar menjadi bekal tambahan dalam persaingan masuk perguruan tinggi negeri maupun swasta favorit.

Tidak Menentukan Kelulusan, Tetapi Penting

Berbeda dengan Ujian Nasional yang pernah menjadi momok karena menentukan kelulusan, TKA tidak digunakan untuk menentukan apakah siswa lulus sekolah atau tidak. Penetapan kelulusan tetap berada di kewenangan sekolah dan satuan pendidikan. Artinya, siswa di Malang yang mengikuti TKA tidak perlu khawatir akan nasib kelulusan mereka. Justru, nilai TKA lebih berfungsi sebagai catatan akademik tambahan yang bisa dipakai untuk berbagai keperluan seleksi pendidikan tinggi.

Selain itu, TKA bersifat sukarela. Bagi siswa yang tidak mengikuti, tidak ada sanksi maupun konsekuensi negatif. Namun, mengikuti TKA tentu akan memberikan keuntungan karena hasilnya bisa dijadikan bukti capaian akademik yang diakui secara nasional.

Tujuan Utama TKA

Ada empat tujuan utama dari pelaksanaan TKA. Pertama, mengukur capaian akademik siswa, baik pada kemampuan dasar maupun pemahaman materi lanjutan. Kedua, menciptakan sistem penilaian yang objektif sehingga perbandingan capaian antar sekolah di Malang maupun daerah lain lebih setara. Ketiga, hasil TKA digunakan pemerintah untuk memetakan kondisi pendidikan, mengidentifikasi masalah, dan menyusun kebijakan yang tepat sasaran. Keempat, mendorong peningkatan mutu pendidikan nasional dengan memberikan motivasi belajar sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap hasil capaian siswa.

Mata Pelajaran yang Diujikan

Dalam praktiknya, TKA meliputi mata pelajaran wajib seperti Bahasa Indonesia dan Matematika. Selain itu, siswa juga bisa memilih mata pelajaran sesuai minat dan jurusan yang akan ditempuh di perguruan tinggi. Pilihan tersebut mencakup Fisika, Kimia, Biologi, Geografi, Ekonomi, hingga Sosiologi. Dengan model ini, siswa Malang dapat menyesuaikan bidang yang diujikan dengan rencana studi mereka di masa depan.

Pelaksanaan TKA membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai. Sekolah yang menjadi penyelenggara harus menyiapkan fasilitas komputer, jaringan internet stabil, serta sistem pendukung lainnya. Beberapa sekolah di Malang dengan fasilitas lengkap diprediksi akan menjadi lokasi utama pelaksanaan TKA, sehingga siswa bisa mengikuti ujian dengan nyaman.

Peran Penting dalam SNPMB 2026

Mulai tahun 2026, nilai TKA akan menjadi salah satu syarat dalam Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru. Hal ini berlaku di seluruh Indonesia, termasuk bagi siswa Malang yang ingin melanjutkan studi ke perguruan tinggi negeri. Dengan adanya nilai TKA, siswa memiliki tambahan poin dalam jalur prestasi maupun seleksi reguler, sehingga peluang diterima di kampus favorit akan semakin besar.

Hasil TKA juga bisa digunakan untuk memperkuat profil akademik siswa, baik di tingkat nasional maupun internasional. Pemerintah berharap kebijakan ini tidak hanya meningkatkan kualitas seleksi masuk perguruan tinggi, tetapi juga memberikan gambaran nyata tentang kondisi pendidikan di berbagai daerah, termasuk Malang.

Harapan ke Depan

Kehadiran TKA diharapkan menjadi langkah maju dalam membangun sistem pendidikan yang lebih transparan, adil, dan terukur. Di Malang, guru dan siswa mulai bersiap dengan berbagai simulasi dan persiapan, baik secara daring maupun luring, agar saat pelaksanaan TKA berlangsung, semua berjalan lancar. Dengan pemahaman yang baik, TKA bukan lagi dianggap sebagai beban, melainkan peluang untuk menunjukkan potensi akademik terbaik.

Dengan demikian, TKA bukan sekadar tes tambahan, melainkan instrumen penting untuk masa depan pendidikan Indonesia. Siswa Malang yang memahami manfaat dan mekanismenya tentu akan lebih siap menghadapi persaingan di jenjang pendidikan berikutnya. (id)

Editor : A. Nugroho
#2026 #siswa #mahasiwa baru