Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Belum Semua Sekolah ANBK Online,Disdikbud Kota Malang Sorot Nilai Numerasi SD Merosot

Mahmudan • Senin, 22 September 2025 | 17:05 WIB

 

Hasil Evaluasi ANBK 2025.
Hasil Evaluasi ANBK 2025.

MALANG KOTA – Masih ditemui sejumlah masalah dalam pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) 2025. Hasil evaluasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang mengungkap, pelaksanaan belum 100 persen online. Sebab ada satu sekolah yang terpaksa melaksanakan ujian semi offline-online.

”Ada beberapa akun siswa yang log-out mendadak waktu ujian, tapi langsung diatasi tim IT (information technology),” ujar Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah Disdikbud Kota Malang Muflikh Adhim kemarin (21/9). Meskipun begitu, dia mengatakan, secara garis besar tidak ada kendala serius. Sebab pihaknya sudah banyak berbenah. Mulai server hingga perangkat untuk ANBK.

Tahun ini, ada 10.788 siswa, jenjang SD/MI sampai SMP/MTs yang mengikuti ANBK. Mereka berasal dari seluruh SD/MI dan SMP/MTs se-Kota Malang. Masing-masing sekolah diambil 30 siswa secara sampling. Untuk jenjang SD/MI mengikutkan siswa kelas V, sementara jenjang SMP/MTs dari kelas VIII.

Dari tahun ke tahun soal yang diajukan saat ANBK sama, mulai dari Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang menyangkut literasi dan numerasi. Untuk kategori literasi, siswa dituntut memahami bacaan hingga mengevaluasi isi teks baik fiksi maupun non-fiksi. Sementara numerasi, siswa dituntut mahir menggunakan konsep bilangan seperti memecahkan masalah sehari-hari dengan matematika. “Hasil numerasi di tingkat SD/MI yang masih butuh perhatian khusus,” papar Adhim.

Sebab, dia melanjutkan, angkanya selalu rendah dari tahun ke tahun. Pada 2024 misalnya, capaian numerasi SD/MI menurun 1,7 persen dibanding 2023. Pada 2023, siswa yang mencapai kompetensi minimum numerasi berkisar 70,15 persen. Kemudian 2024 merosot menjadi 67,34 persen.

Untuk jenjang SMP/MTs, baik numerasi maupun literasi cenderung stabil. Meski nilai numerasi masih lebih rendah. Untuk itu, dia mengatakan, goals utama tahun ini juga sama, yaitu meningkatkan angka numerasi. “Melihat evaluasi singkat setelah pelaksanaan ANBK SMP/MTs 2025, kami optimistis nilainya meningkat tahun ini,” lanjut pejabat eselon III B Pemkot.

Pihaknya akan terus berbenah dengan mengevaluasi guru. Dia akan meningkatkan kemampuan mengajar para guru melalui pelatihan literasi dan numerasi. ”Sembari menunggu hasil ANBK 2025 keluar pada Februari atau Maret tahun depan,” terangnya.

Di lain pihak, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri Kota Malang Agus Wahyudi mengatakan, ANBK tahun ini cenderung baik. Sebab perangkat dan jaringan di sekolah sudah mengalami penyesuaian. “Namun karena subjek yang ikut ANBK berbeda tiap tahun, diharapkan hasilnya selalu lebih baik,” katanya.

Sedangkan Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD se-Kecamatan Sukun Safriadi Kasijanto mengatakan, di kawasannya ada 61 lembaga yang mendapat Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Kinerja. Hal itu mengindikasikan bahwa hasil ANBK SD di Kecamatan Sukun sudah bagus. "Saya tidak hafal untuk 2023, tapi pada 2024 jumlah SD yang mendapat BOSP Kinerja sebanyak 12 lembaga," kata dia.

Salah satu penerima BOSP Kinerja adalah SDN Tunjungrejo 2. Sudah dua tahun berturut-turut, sekolah tersebut mendapat BOSP Kinerja dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI. Safri menyebut kalau nilai rata-rata ANBK di Kecamatan Sukun sudah di atas 7. Hal itu diharapkan kembali meningkat dalam ANBK 2025.

Untuk pelaksanaannya, ANBK jenjang SD/MI berlangsung pada 1-2 Oktober nanti. "Kebetulan kami masuk gelombang 4 yang pelaksanaannya bersamaan dengan SD se-Kecamatan Lowokwaru," imbuhnya.

Agar pelaksanaan ANBK lancar, K3S Kecamatan Sukun sudah melakukan sejumlah persiapan. Persiapan tersebut melalui geladi bersih. Geladi ANBK yang digelar di Sukun berjalan lancar, meski listrik sempat mati. "Dampak gangguannya tidak signifikan, tapi kami tetap memastikan agar saat pelaksanaan tidak ada gangguan listrik maupun jaringan internet," tegas Safri.

Untuk jaringan internet, kecepatan minimal yang dibutuhkan sekitar 59 Mbps. Hal itu sudah berupaya dipenuhi. Demikian pula dalam sarana ANBK lain seperti komputer. ”Komputer di setiap sekolah sudah mencukupi karena adanya bantuan dari disdikbud pada 2023 lalu,” terangnya.

Demi mengantisipasi gangguan, ada pula persiapan lain. Salah satunya menyiapkan teknisi di masing-masing sekolah. Selain sarana prasarana (sarpras), kondisi anak-anak juga dipersiapkan. Ada empat indikator yang harus dipenuhi untuk mencapai hasil yang baik, yakni literasi, numerasi, karakter yang mengacu pada nilai-nilai pelajar Pancasila, dan lingkungan belajar. "Kalau untuk numerasi dan literasi kan materi sehari-hari yang didapatkan oleh anak-anak, sehingga tidak terlalu kerepotan," kata Safri. Pihaknya mempersiapkan agar anak-anak bisa mengoperasikan komputer selama ANBK berlangsung. (aff/mel/dan)

Editor : A. Nugroho
#Merosot #numerasi #ANBK 2025 #disdikbud kota malang