MALANG KOTA – Kuota untuk peserta Diklat Jurnalistik se-Kecamatan Blimbing semakin menipis. Sampai siang ini (22/9), kuota hanya tersisa untuk 5 guru saja.
Acara yang digelar pada 29 September di Kantor Jawa Pos Radar Malang ini memang disambut antusias sejumlah SD di Kecamatan Blimbing.
Hal ini karena berbeda dengan pelaksanaan diklat sebelumnya, pada tahun ini seluruh peserta akan dibuatkan buku antologi yang bakal menjadi.karya perdana guru SD se-Kota Malang.
Dalam diklat yang merupakan kerja sama Jawa Pos Radar Malang dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang ini seluruh peserta akan mendapat edukasi bagaimana menulis buku dan menulis berita yang baik.
Di mana dalam prosesnya akan dipandu langsung oleh Direktur PT Cita Intrans Selaras Wawan Sulthon Fauzi MPd yang juga merupakan salah satu penulis buku terbaik di Kota Malang. Serta, Redaktur Senior Jawa Pos Radar Malang Mahmudan yang sudah makan asam garam dunia jurnalistik.
Sampai hari ini (22/9), ada 8 SD negeri yang sudah mendaftar. Antara lain, SDN Purwantoro 1, SDN Purwantoro 2, SDN Purwantoro 8, SDN Kesatrian 1, SDN Pandanwangi 1, SDN Pandanwangi 3, SDN Purwodadi 1 dan Purwodadi 2. Lalu, ada dua SD swasta yang bersemangat membuat buku Antologi dari SDI Sabilillah dan SD Plus Al-Kautsar.
Untuk sekolah yang belum mendaftar bisa langsung mengisi link berikut : https://bit.ly/diklatblimbing2025. Info lebih lanjut bisa mengubungi Arvin di nomor 0851-7711-0585.
Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Blimbing Drs Priyohadi MPd mengapresasi kegiatan Diklat Jurnalistik yang sudah menerbitkan buku pada Juni lalu.
“Kami merekomendasikan semua sekolah di wilayah Blimbing, untuk bisa mengikuti kegiatan ini. Selain membuat buku antologi, peserta juga dibekali ilmu menghadapi wartawan abal-abal dan nantinya bisa membuat berita untuk menangkal hoaks,” tegasnya. (bes)
Editor : A. Nugroho